PUISI-PUISI IREN ELUPAN

Dirangkai melodi jangkrik tak bernada, benak berisi lakon tengah hari direka ulang memori kecil penuh sesal.

Bertolak dari sebuah benturan cerita
yang pernah melubangi dan melehkan
darah berbau amis dalam hatiku,
kini aku tahu siapa kau,
juga mereka yg terlahir sepertimu..

kau adalah alarm dan sebagai duplikat
untuk semua mereka yang sama sepertimu..
Selalu menyakiti...


"Pejuang Waktu"

Kalau tiba waktumu,.........
Rupamu seperti bunglon.
Yang putih bersih, kamu pun memutih.
Yang hitam kotor sekalipun adalah kamu.
Walaupun semua hanyalah skenario dari waktumu.
Durasinya pun hanya sebentar. Tidak lama.

Pejuang waktu...kalau tiba waktumu.
Bagimu, tidak ada yang mustahil.
Tumpukan sampah dipinggiran kota,
kau bilang, bisa kau jadikan emas.
Benarkah?.
Ataukah hanya serangkai janji pemikat...

wahai pejuang waktu....
kalau tiba waktumu dan kamu jadi pemenang,
ingatlah.........
kekuasaanmu adalah waktu.
Durasinya hanya sebentar.
Tidak lama.      
(inspirasi: pilgub NTT)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help