Tolak Kurikulum 2013
Tim Forum Peduli Pendidikan Nasional Katolik, dengan tegas menyampaikan penolakan terhadap kurikulum 2013.
Alasannya, lanjut Djawa, tidak memberi otonomi bagi para guru dan tidak berdasarkan kajian serta evaluasi terhadap kurikulum dan KTSP 2006.
Penerapan Kurikulum 2013, menuai tanda tanya. Aroma politisasi dan proyeknisasi mulai tercium. Bagaimana tidak, sampai hari ini belum ada sosialisasi dan/atau pelatihan perihal kurikulum yang dimaksud. Hal ini dibenarkan Kepala SMPN 4 Bakunase, Thimotius M Selly, S.Pd, MM.
"Sampai hari ini kami belum mendapat buku panduan atau sosialisasi pelatihan dari Kemendiknas. Betul kami tahu ada wacana mengenai kurikulum ini, tapi informasi tersebut kami peroleh dari media massa," ujar Selly, Jumat (19/4/2013)
Ia mengatakan, belajar dari pengalaman kurikulum yang ada, totalitas penerapan kurikulum selama ini belum tercapai.
"Kesannya lebih ke arah coba-coba. Seharusnya Indonesia memiliki satu kurikulum baku kalau pemerintah menghendaki progresifitas dunia pendidikan. Kurikulum-kurikulum yang lalu belum tuntas diterapkan. Lebih pada coba-coba. Kalau memang pemerintah mau dunia pendidikan kita maju, maka saya menganjurkan Indonesia memiliki satu kurikulum baku," tegas Selly.