A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kurikulum 2013, Pikirkan Nasib Guru Bahasa Inggris - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Pos Kupang

Kurikulum 2013, Pikirkan Nasib Guru Bahasa Inggris

Sabtu, 20 April 2013 16:12 WITA
Kurikulum 2013, Pikirkan Nasib Guru Bahasa Inggris
net
ilustrasi
POS-KUPANG.COM, ENDE, PK -- Pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah harus  memikirkan nasib para guru mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar (SD) menyusul penghapusan mata pelajaran Bahasa  Inggris sebagaimana diatur dalam Kurikulum 2013.

Pernyataan itu disampaikan Kepala SMA Katolik Syuradikara-Ende, Pater Stefanus Sabon Aran, SVD, M.Pd, yang ditemui di sekolah itu, Jumat (19/4/2013).

Pater Stefanus meminta pemerintah memikirkan nasib guru Bahasa Inggris di SD karena kompetensi mereka sebagai guru Bahasa Inggris tidak mudah dialihkan mengajar mata pelajaran lain. Dia mengaku di Ende selama ini belum ada guru yang memiliki kompetensi khusus Bahasa Inggris yang mengajar di SD.

Pater  Stefanus mengatakan, mata pelajaran Bahasa Inggris memang bukan menjadi mata pelaaran wajib di SD, namun kalau pemerintah menghapus harus dikaji kembali mengingat  Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional.

Kepala SMAN 1 Ende, yang juga Ketua PGRI Ende, Amatus Peta berharap  agar pemerintah mengkaji ulang penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris di SD. Sebab,  bagaimanapun juga Bahasa Inggris penting bagi pengembangan diri siswa SD.

"Tentunya yang diajarkan di SD disesuaikan dengan kemampuan penyerapan siswa SD. Misalnya yang diajarkan adalah Bahasa Inggris dasar sehingga  ketika memasuki SMP dan  SMA, para siswa sudah terbiasa, tidak lagi diajarkan mata pelajaran Inggris dasar karena sudah diajarkan di SD," kata Amatus.

Mengenai penambahan jam mata pelajaran agama, Amatus tidak setuju karena untuk mengubah karakter siswa atau generasi muda bangsa tidak harus menambah jam mata pelajaran agama karena yang diajarkan di sekolah hanya teori. Sedangkan hal yang praktis  diajarkan oleh orangtua di rumah.

Kepala Sekolah MAN Ende, Samsudin Talib mengatakan, pihaknya tidak sependapat apabila mata pelajaran Bahasa Inggris di SD dihapus karena Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional wajib dikenalkan kepada siswa semenjak SD.

Dengan demikian, ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi mereka sudah terbiasa. Mengenai penambahan mata pelajaran agama di sekolah, Samsudin mengatakan, itu perlu untuk mengubah karakter anak bangsa maka seorang siswa wajib dibekali mata pelajaran agama dalam jumlah banyak.
 
USIA KURIKULUM  SEJAK TAHUN 1947-2013

-------------------------------------
* 1947: Rencana Pelajaran Terurai (17 tahun)
* 1964: Rencana Pendidikan Dasar ( 4 tahun)
* 1968: Kurikulum Sekolah Dasar (6 tahun)
* 1974: Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (1 tahun)
* 1975: Kurikulum Sekolah Dasar  (9 tahun)
* 1984: Kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (KCBSA/10 tahun)
* 1994:  Kurikulum 1994 (3 tahun)
* 1997 : Revisi Kurikulum 1994 (7 tahun)
* 2004: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/2 tahun)
* 2006: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTPS/6 tahun)
* 2013: Kurikulum 2013?                                                            
------------------------------------------------------------------------------
Sumber: Kemdiknas.go.id

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas