Selasa, 9 Juni 2026

Rangkap Jabatan

RUPANYA Presiden Republik Anta Barantah, Rara Barasa Padisa alias RBP belajar banyak di Indonesia. Makanya beliau berpidato politik

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

RUPANYA Presiden Republik Anta Barantah, Rara Barasa Padisa alias RBP belajar banyak di Indonesia. Makanya beliau berpidato politik di mana-mana  tentang rangkap jabatan, Ketua Umum alias Ketum, Wakil Ketua Umum, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Sekjen Partai, Wakil Sekjen, DPP, Ketua DPR, Menteri, Rektor, Gubernur, Bupati dan lain-lain. RBP betul-betul belajar di Indonesia dan menggarisbawahi apa rencana  Ketua Umum Partai yang akan segera meletakkan beberapa jabatan dengan alasan tidak mau rangkap. Hasilnya, RBP sebagai presiden Republik Anta Barantah putuskan untuk tetap merangkap jabatan.
                                     ***
"Betul itu! Justru rangkap jabatan itu bisa sangat efektif sambil menyelam minum air lihat pemandangan bawah laut dan tangkap ikan?" kata Jaki Yadaki Mafi alias JYM, ketum partai anu merangkap menteri anu merangkap ketua dewan penasihat anu dan merangkap pimpinan perusahaan anu. RBP dan JYM merasa puas sebab tidak perlu belajar di Indonesia soalnya rangkap jabatan itu nyatanya barang biasa dan perlu.

"Bukankah rangkap jabatan akan mengganggu konsentrasi bapak RBP sebagai presiden?" tanya Nona Mia sahabat lama RBP.

"Tidak masalah itu!" jawab RBP. "Saya akan pilih lima wakil ketum, lima sekjen, lima DPP, lima wakil ketua dewan kehormatan, dan lima wakil dewan pembina, untuk melaksanakan tugas-tugas partai. Pokoknya semuanya serba lima dan kelima-limanya akan mengikuti saya ke mana dan di mana pun saya menjalankan tugas sebagai presiden."

"Sama! Sebagai ketua partai saya juga akan pilih lima wakil, lima sekjen yang akan mengikuti saya menjalankan tugas sebagai menteri. Gampang dan ringan bukan?"

"Oh ya Nona Mia? Maukah engkau masuk partai kami?" tanya RBP. "Kami akan tempatkan kamu langsung pada posisi penting di DPP. Bagaimana?"
"Mau saja Nona Mia!  Meskipun kamu hanyalah seorang putri kepala desa, kamu pantas masuk dalam pengurus inti partai di tingkat pusat. Bagaimana?"

                                       ***
Ini humor atau rumor ya? He he he Benza yang terkekeh-kekeh mendengar cerita Nona Mia tentang tawaran masuk partai RBP dan JYM sabahat masa lalu mereka yang kini jadi presiden dan menteri di Republik Antah Barantah. Keduanya duduk di barisan paling depan untuk mendengar pidato politik RBP pada ulang tahun partai.
"Pasti RBP datang ke Indonesia dan melaksanakan sepenuhnya rumor eh humor rangkap jabatan yang beredar di dunia maya belakangan ini," kata Nona Mia.


"Apalagi JYM! Kalau dia yang berpidato pasti akan menjawab rumor telak tentang membagi diri sebagai ini dan sebagai itu dan sebagai ini lagi dan sebagai itu lagi. Nah, pidato akan segera dimulai. Lihat di sana RBP sudah naik panggung didampingi JYM ketua partai lainnya dalam kabinet partai kepemimpinan RBP. Mari kita pasang telinga mendengar apa katanya," Benza dan Nona Mia konsentrasi penuh.

                                         ***
"Sebagai Presiden, saya  Rara Barasa Padisa mengucapkan selamat kepada Rara Barasa Padisa alias RBP yang telah terpilih secara aklamasi sebagai ketum partai di negara kita Anta Berantah. Sebagai presiden juga meminta kepada RBP sebagai Ketua Dewan Pembina dan RBP sebagai Ketua Dewan Kehormatan RBP agar dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan sebaik-baiknya," pidato dimulai. "Konsultasikan segera kepada penasehat, pembina, ketua kehormatan, jika mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas."

"Pidato hebat sekali ya," Benza bicara dan Nona Mia diam seribu bahasa.
"Selanjutnya saya perintahkan kepada RBP Ketum partai yang telah terpilih agar merapatkan barisan untuk mengkritisi secara tajam dan serius pekerjaan presiden, para menteri yang merangkap jabatan, serta segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas-tugas kenegaraan presiden dan para pembantunya," demian RBP.
                                          ***
"Pidato bersejarah he he he," Benza bicara lagi dan Nona Mia diam seribu bahasa.
"Ketum partai saya perintahkan agar bertanggung jawab kepada dewan pembina, dewan kehormatan, dewan penasihat, dan dewan apapun yang dibentuk partai di mana saya sebagai ketuanya. Juga kepada semua menteri yang menjabat sebagai ketum partai   agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Ketum partai JYM saya tegaskan untuk ikut mengawasi pekerjaan  JYM sebagai menteri agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab dan kepentingan."

"Jaki!" JYM memukul dadanya dengan bangga. "Saya menteri dan juga ketua partai dan ketua-ketua lainnya saya pasti dapat menjalankan tugas saya dengan baik."
"Akhirnya," RBP terdiam sejenak. "Sebagai pribadi saya sekali lagi  tegaskan kepada RBP sebagai presiden, sebagai ketum partai, sebagai ketua Dewan Pembina, sebagai ketua Dewan Kehormatan, dan ketua-ketua lainnya agar dapat memberi teladan kepemimpinan sebaik-naiknya kepada segenap warga negara Anta Barantah yang kita cintai ini. Akhirnya lagi, rangkaplah jabatan dengan sebaik-baiknya."
                                     ***
"Untung kita tinggal di Negeri Anta Barantah!" kata Nona Mia setelah membisu sekian lama mendengar apa kata RBP dan JYM.  "Nona Mia! Apakah kamu terima tawaran menjadi pengurus partainya RBP?"  
"Tidak, ini negeri Anta Barantah bukan Indonesia!" jawab Nona Mia. *

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved