A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Penerapan Kurikulum 2013, Guru Dijadikan Seperti Robot - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Pos Kupang

Penerapan Kurikulum 2013, Guru Dijadikan Seperti Robot

Sabtu, 13 April 2013 20:30 WITA
Penerapan Kurikulum 2013, Guru Dijadikan Seperti Robot
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Beberapa guru SD, SLTP, SLTA di Kota Kupang mengikuti penelitian tentang pemberlakuan kurikulum 2013 yang dilakukan para peneliti dari Litbang Kompas di Kampus Unwira Kupang, Jumat (12/4/2013).
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Perwakilan guru di Kota Kupang menilai implementasi kurikulum pendidikan 2013 akan menjadikan guru-guru seperti robot. Alasannya, semua Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Silabus disusun oleh pemerintah pusat. Sedangkan guru hanya siap untuk mengajar dengan RPP yang ada.

"Silabus dan RPP sesuai Kurikulum 2013 ini, semuanya disusun atau disiapkan pemerintah pusat. Kondisi ini sama saja guru dijadikan seperti robot," ujar Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang,  Drs. Kristianus Manek, M.Sc, pada acara Focus Group Discussion (FGD) di Kampus Unwira Kupang, Jumat (12/4/2013).

Diskusi terbatas dengan tema "Kurikulum 2013 dan Kualitas Pendidikan," ini diselenggarakan Litbang Harian Kompas.   Hadir pada diskusi itu beberapa guru, yakni Alex Kapitan Langkeru (guru SMPN 11 Kupang), Yustinus Darmo Tukan (guru SMPN 1 Kupang), Wilem Beribe (guru SMA Giovanni Kupang), Dorce Aiyal (guru SDI Fatufeto 1 Kupang), Rosalin Toi (Kepala SDI Oeleta Kupang) dan Imam Nawawi (Kepala Madrasah Ibtidayah Fathul Mubin Namosain). Moderator dari Litbang Kompas, M. Toto Suryaningtyas dan BI Purwantari.

Menurut Manek, proses sosialisasi kurikulum 2013 di sekolah dan implementasinya perlu
melalui kajian, terutama evaluasi terhadap kurikulum 2006 lalu. "Untuk kurikulum 2013, silabus, RPP disiapkan atau disusun dari pusat. Kalau itu kondisinya, maka kita jadi seperti robot. Seharusnya kurikulum yang dibuat bisa mempertimbangkan karakteristik wilayah," tegas Manek.

Dia menjelaskan, dalam kurikulum 2006 para guru tidak siap untuk mengimplementasikannya karena berkaitan dengan keterbatasan persiapan perangkat pembelajaran. "Selain itu, pendidikan dan latihan (diklat) tidak intens. Waktu yang dialokasikan satu minggu biasanya dibuat dua  atau tiga hari saja, sehingga dari segi kemampuan guru menafsir saja apa yang diperoleh dari diklat itu dalam membuat instrumen pembelajaran," ungkapnya.

Manek juga mengatakan, perubahan kurikulum pendidikan harus disesuikan dengan perkembangan minimal 5 -10 tahun. Apabila program dalam kurikulum itu bisa terarah,  maka diperlukan evaluasi.  "Lalu kapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006  dievaluasi, efektivitasnya bagaimana?" tanya Manek. (yel/vel)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas