Rabu, 10 Juni 2026

Suster Olimpia KFS Tak Menyangka

TERCATAT sebagai wisudawan yang meraih Indeks Prestasi (IP) tertinggi yang dibacakan saat wisuda sarjana Uniflor Ende, Sabtu (6/4/2013),

Tayang:
Editor: Alfred Dama
TERCATAT sebagai wisudawan yang meraih Indeks Prestasi (IP) tertinggi yang dibacakan saat wisuda sarjana Universitas Flores (Uniflor) Ende, Sabtu (6/4/2013), tidak membuat Suster Olimpia KFS merasakannya sebagai hal yang luar biasa. Sebab, menurutnya, kuliah di Uniflor Ende bukan untuk mengejar IP tetapi mencari ilmu pengetahuan.

Karena itu ketika diutus melanjutkan kuliah di Uniflor Ende, Sr. Olimpia berusaha tidak mengecewakan kongregrasinya dengan tekun belajar sebagaimana layaknya seorang mahasiswi. Keseriusan Sr. Olimpia ternyata tidak sia-sia. Berkat ketekunannya, dia berhasil menyabet IP tertinggi, 3.79.

Meskipun meraih IP tertinggi, namun Sr. Olimpia  mengatakan bahwa dia kuliah di Uniflor Ende bukan untuk mencari IP.  Wanita kelahiran Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, 16 Februari 1975 ini mengatakan, selama kuliah di Uniflor dia tidak canggung bergaul dengan teman-teman kampus dan  dosen.

"Meskipun kami berada di antara para mahasiswa yang datang dengan latar belakang berbeda, tapi  kami tidak merasakan adanya jurang pemisah antara sesama. Kami semua  satu sebagai  mahasiswa yang sedang kuliah di Universitas Flores," ujarnya kepada Pos Kupang  di Kampus Uniflor Ende, Sabtu (6/4/2013).

Suster Olimpia yang menamatkan pendidikan di FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia mengaku menggemari karya-karya sastra Indonesia.

Tentang perjalanan hidup selanjutnya, Sr. Olimpia mengatakan, setelah menyelesaikan kuliah di Uniflor Ende, dia akan kembali ke Kalimantan ke pusat biara KFS menunggu arahan dari pimpinan biara.

Saat kuliah di Ende tidak membuat dia bebas kembali ke rumah orangtuanya di Nduaria pada saat liburan. Pada saat libur, Sr. Olimpia mengisi waktu mengunjungi sejumlah biara KFS di daratan Flores, termasuk di Paroki Mautapaga Ende.  "Seusai wisuda saya menunggu arahan pimpinan," ujarnya.

Tentang kesannya ketika diumumkan sebagai orang yang berhasil meraih IP tertinggi, Sr. Olimpia mengakui sempat kaget karena tak menyangka meraih prestasi tinggi.  Suster Olimpia bersyukur, itu semua terjadi karena berkat kerja keras, doa dan usahanya selama di bangku kuliah.   Atas keberhasilannya meraih IP tertinggi, Sr. Olimpia diberi kepercayaan oleh pihak kampus untuk menyampaikan sambutan mewakili wisudawan lainnya. (romualdus pius)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved