Sabtu, 27 Desember 2014
Pos Kupang

Dua Tersangka Korupsi Kanwil Agama NTT Sudah Diperiksa

Jumat, 5 April 2013 12:15 WITA

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi dana operasional di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Aris Sitorus, S.H mengatakan, dua kliennya HM dan SB sudah diperiksa sebagai tersangka dalam kasus itu di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT beberapa waktu lalu.

Aris mengatakan itu saat ditemui Pos Kupang di sela-sela mendampingi kliennya di Kejaksaan Negeri Oelamasi Kupang, Rabu (3/4/2013). Sebagai penesahat hukum dua tersangka tersebut, ia menghormati proses pemeriksaan HM dan SB sebagai tersangka.
Aris menjelaskan, HM diperiksa sebagai tersangka dalam kapasitas sebagai mantan Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bidang Agama Katolik, dan SB sebagai Pembantu Bendahara Pengeluaran.

Ia mengatakan, HM dan SB baru diperiksa sebagai tersangka untuk pertama kalinya. Setelah itu belum ada tindak lanjut pemeriksaan lanjutan dua kliennya, baik sebagai saksi maupun tersangka.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, tersangka dalam kasus ini tidak hanya dua orang. Beberapa waktu lalu penyidik sudah menetapkan tersangka baru dalam kasus ini. Penetapan tersangka setelah penyidik mendapat bukti keterlibatan oknum pegawai Kanwil Kemenag NTT.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Domu Sihite, S.H yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Penyuluhan Hukum dan Humas, Jemmy N Tirayudi, S.H menyatakan, jajarannya akan menyampaikan nama tersangka setelah hasil penghitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP RI) Perwakilan NTT sudah ada. Saat ini BPKP NTT sementara menghitung kerugian negara dalam kasus itu.

Jemy menyatakan, penyidik sudah memeriksa beberapa pegawai yang mengarah kepada tersangka. Namun, nama tersangka belum bisa disampaikan hingga hasil perhitungan kerugian negara didapatkan penyidik.

Ia menjelaskan, penghitungan kerugian negara diperlukan sebagai salah satu alat bukti bagi penyidik. Alat bukti berupa surat yang menyatakan adanya kerugian negara dalam kasus tersebut. Tak hanya itu kerugian negara juga untuk memenuhi salah unsur dalam tuduhan kasus dugaan korupsi berupa adanya kerugian negara.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Domu P Sihite, S.H, mengakui sudah ada pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanmenag) NTT yang dipanggil sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran tahun 2010 senilai Rp 46 miliar.

"Memang ada yang sudah dipanggil dan di situ disebut sebagai tersangka. Tetapi saya tidak perlu menyebut namanya dulu," kata Domu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/3/2013).

Nama-nama tersangka kasus itu, katanya, akan disampaikan sekaligus, tidak bisa dicicil satu per satu.  Domu  ditemui untuk menanyakan perkembangan  penyidikan dugaan korupsi di Kanmenag NTT.

Sebab,  ada informasi dua pegawai Kanmenag NTT  dipanggil  sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Domu mengatakan, penetapan semua tersangka akan disampaikan secara bersamaan.

"Jangan  kami sampaikan seolah dicicil. Saya hanya mengingatkan kepada anggota tim untuk menggali, mendalami apa peranannya. Jangan sampai tidak jatuh, tapi kena. Tetapi kalau jatuh kemudian luka, itu wajar," ujar Domu.

Jajaran penyidik, demikian Domu, tidak terburu-buru menetapkan tersangka untuk kepentingan kelancaran penyidikan. Jajarannya tidak mau disebut takabur dalam persoalan penetapan tersangka.*
Penulis: alwy
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas