Minggu, 21 Desember 2014
Pos Kupang

Eurico GUteres: Amankan Petunjuk DPP PAN

Rabu, 3 April 2013 08:51 WITA

POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK --- DEWAN Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini belum didekati oleh salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT yang bertarung dalam Pilgub NTT putaran kedua, 15 Mei 2013.

Hal itu disampaikan Ketua DPW PAN NTT, Eurico Guterres, kepada Pos Kupang di Sekretariat  DPW PAN NTT, Selasa (2/4/2012) siang. Dia mengatakan itu terkait posisi dukungan partai yang pada putaran pertama bersama tujuh partai lainnya mengusung pasangan Beny Kabur Harman  dan Wellem Nope (BKH-Nope), namun tidak berhasil.

"Sampai hari ini belum ada tim yang mendekat. Kalau ada yang ketemu, kami akan respons," ujarnya.

Ia mengatakan, hasil Pilgub NTT telah dilaporkannya kepada Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN dan telah ada instruksi dari DPP untuk ditindaklanjuti.

"Terkait itu, dalam rakor tanggal 31 Maret 2013  di Jakarta, sudah saya lapor kepada ketua umum.  Saya diminta  tidak terburu-buru memberi keputusan, tapi melihat perkembangan selanjutnya.  Kalau ada pasangan calon datang, kami akan respon dan menentukan sikap. Karena sebagai parpol kami akan ambil sikap dan instruksikan kepada seluruh DPD untuk mengamankannya," kata Eurico.

Seperti apa instruksi dari DPP PAN, Eurico  enggan menyebutnya. "Setelah saya memberi laporan kemarin di Jakata, saya diberi petunjuk, tapi saya tidak bisa menyebut nama paket karena mereka belum ada yang mendekati kami. Yang jelas petunjuk DPP harus diamankan," tegas Eurico.

Ia menyatakan,  penetapan KPU Propinsi NTT yang menempatkan paket BKH-Nope di posisi terakhir dalam perolehan suara patut dihargai dan dijadikan pendidikan politik bagi masyarakat NTT.  

"Yang pasti kami menghargai hasil pilgub, suka atau tidak, itu hasil pilihan masyarakat NTT dan hendaknya dijadikan pendidikan bagi masyarakat. Kalau di putaran kedua, BKH-Nope tidak masuk, kami terima," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam Pilgub NTT, PAN bersama tujuh partai lainnya termasuk Partai Demokrat mengusung paket BH-Nope sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018. 

Tetapi, pleno KPU Propinsi NTT  menetapkan pasangan Esthon-Paul dan Frenly melaju ke putaran kedua pilgub tanggal 15 Mei 2013 mendatang. Dua pasangan ini ditetapkan KPU  NTT setelah hasil pleno rekapitulasi, tidak ada satupun pasangan calon yang meraih suara maksimal di atas 50 persen atau minimal 30 persen suara sah.

Hasil rekapitulasi, pasangan Esthon-Paul memperoleh suara sah 515.836 atau 22,56 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Paket Frenly meraih suara 681.273 suara atau 29,80 persen.

Pasangan yang meraih suara terbanyak ketiga adalah Paket Tunas yang meraih suara sebanyak  514.173  atau 22,29 persen. Di posisi keempat paket CristAL dengan raihan suara sebanyak 332.569 atau 14,55 persen dan di posisi buntut paket BKH-Nope yang meraih 242.610 suara atau  10,61 persen.
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas