Pemilihan Gubernur NTT
Pengamat: Tiga Calon Berpengaruh
Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. David BW Pandie, M.S, mengatakan, dalam Pemilihan Gubernur
"Saya melihat incumbent dan Bupati Manggarai yang ikut dalam pilgub ini mempunyai pengaruh cukup besar. Ketiganya ada pada paket masing-masing dan tentu memiliki resources (sumber daya) lebih dari yang lain," ujar David Pandie kepada Pos Kupang, Kamis (14/3/2013).
Menurut dia, ada dua incumbent, yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki pengaruh pada masyarakat. Begitu pula kehadiran Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok. Ketiga figur dengan latar belakang resources besar ini sangat berpengaruh pada pilgub.
Ditanya apakah Pilgub NTT akan berlangsung satu putaran atau dua putaran, David mengatakan, satu putaran atau dua putaran tergantung suara pemilih. Andai kata pemilih di NTT banyak yang memilih golput atau banyak kertas suara yang tidak sah dan rusak, cukup berpengaruh pada proses pilgub itu sendiri sehingga bisa diketahui satu putaran atau dua putaran.
"Tetapi apabila semua pemilih sekitar 2,9 juta ikut coblos dan hanya sedikit yang rusak atau tidak sah, maka kemungkinan besar persentasi perolehan suara dari masing-masing paket berbeda tipis. Dalam demokrasi, itu ibarat bola bulat sehingga memang kita sulit memberi prediksi," ujarnya.
Dia menjelaskan, peta kekuatan yang ada bisa diklaim oleh semua paket, tapi logika di masyarakat tidak gampang. Secara umum ada tiga kategori pemilih. Pertama, pemilih yang emosional. Kedua, pemilih yang transaksional. Ketiga, pemilih yang rasional.
"Pemilih yang emosional seperti kedekatan. Pemilih rasional biasanya pada masyarakat kelas menengah ke atas. Cukup berbahaya pemilih dengan kategori transaksional, dan ini biasanya pada birokrat dan pengusaha," kata David. Birokrat dengan caranya untuk memilih satu paket dengan harapan ke depan menduduki jabatan tertentu. Sedangkan pengusaha memperoleh sesuatu kelak seperti proyek.*