Rabu, 10 Juni 2026

Pemilihan Gubernur NTT

Pengamat: Tiga Calon Berpengaruh

Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. David BW Pandie, M.S, mengatakan, dalam Pemilihan Gubernur

Tayang:
Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. David BW Pandie, M.S, mengatakan, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2013 ini ada tiga figur calon yang punya pengaruh cukup besar di masyarakat. Tiga figur itu, yakni Drs. Frans Lebu Raya, Ir. Esthon L Foenay, M.Si (incumbent) dan Drs. Christian Rotok (Bupati Manggarai).

"Saya melihat incumbent dan Bupati Manggarai yang ikut dalam pilgub ini mempunyai pengaruh cukup besar. Ketiganya ada pada paket masing-masing dan tentu memiliki resources (sumber daya) lebih dari yang lain," ujar David  Pandie kepada Pos Kupang, Kamis (14/3/2013).

Menurut dia, ada dua incumbent, yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki pengaruh pada masyarakat. Begitu pula kehadiran Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok. Ketiga figur dengan latar belakang resources besar ini sangat berpengaruh pada pilgub.
Ditanya apakah Pilgub NTT akan berlangsung satu  putaran atau dua putaran, David  mengatakan, satu putaran atau dua putaran tergantung suara pemilih.  Andai kata pemilih di NTT banyak yang memilih golput atau banyak kertas suara yang tidak sah dan rusak, cukup berpengaruh pada proses pilgub itu sendiri sehingga bisa diketahui satu putaran atau dua putaran.

"Tetapi apabila semua pemilih sekitar 2,9 juta ikut coblos dan hanya sedikit yang rusak atau tidak sah, maka kemungkinan besar persentasi perolehan suara dari masing-masing paket berbeda tipis. Dalam demokrasi, itu ibarat bola bulat sehingga memang kita sulit memberi prediksi," ujarnya.

Dia menjelaskan, peta kekuatan yang ada bisa diklaim oleh semua paket, tapi logika di masyarakat tidak gampang. Secara umum ada tiga kategori pemilih. Pertama, pemilih yang emosional. Kedua, pemilih yang transaksional. Ketiga, pemilih yang rasional.

"Pemilih yang emosional seperti kedekatan. Pemilih rasional biasanya pada masyarakat kelas menengah ke atas. Cukup berbahaya pemilih dengan kategori transaksional, dan ini biasanya pada birokrat dan pengusaha," kata David. Birokrat dengan caranya untuk memilih satu paket dengan harapan ke depan menduduki jabatan tertentu. Sedangkan pengusaha memperoleh sesuatu kelak seperti proyek.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved