Selasa, 9 Juni 2026

Maxi Julians Kembali ke Kupang

Cantik dan mudah bergaul. Itulah kesan ketika bertemu dengan Maxi Julians, ST, MEMD. Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/2/2013)

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM -- Cantik dan mudah bergaul. Itulah kesan ketika bertemu dengan Maxi Julians, ST, MEMD. Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/2/2013) dan sebelumnya di Hall Ramayana Flobamora Mall, Maxi Julians yang menjabat Architect & Director PT Timor Bangun Mandiri Kupang ini menyapa wartawan Pos Kupang dengan senyum.

Cepat akrab dan selalu tersenyum ketika  bertemu dengan Maxi, begitu dia disapa, memang hal yang wajar bagi seorang pekerja profesional di sebuah perusahaan pengembang properti.

Sebelum terjun ke bisnis properti, Maxi sempat  bekerja pada lembaga swadaya masyarakat (LSM)  internasional dan lembaga PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Wanita kelahiran Kupang, 1 Juli 1976, ini mengenyam pendidikan TK, SD, SMP hingga SMA di Kota Kupang. Setelah tamat  SMA Negeri 1 Kupang tahun 1995, Maxi melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur. Di perguruan tinggi  swasta terkenal ini, Maxi mengambil jurusan Teknik  Arsitektur dan tamat tahun 2000 lalu.

Setelah tamat kuliah, wanita yang kini tinggal di Jalan Rarameha No. 14 Naikoten 1, Kota Kupang,  ini menekuni pekerjaan sebagai konsultan teknis dan arsitek.  

Kemudian Maxi membuka usaha Julians Arsitektur Konsultan Desain & Konstruksi di Surabaya, Jawa Timur. Di samping aktivitasnya sebagai arsitek, Maxi juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan komunitas. Bahkan, pada tahun 2008, Maxi bergabung dengan Kantor Koordinator Pemulihan PBB untuk Aceh dan Nias (UNORC) untuk Solution Project Exchange guna membantu para korban bencana alam gempa di Aceh dan Nias. Maxi berada di Aceh selama satu tahun lebih.

Sebelum bergabung dengan Kantor Koordinator Pemulihan PBB untuk Aceh dan Nias, ibu satu anak ini pernah bergabung dengan LSM World Vision International (WVI)  Indonesia pada tahun 2007. Tentunya di lembaga WVI dan Kantor Koordinator Pemulihan PBB, peran Maxi disesuaikan dengan keahliannya di bidang  arsitek.  "Bekerja di lembaga internasional itu memang asyik. Selain gajinya besar, kita juga enjoy   dengan
pekerjaan yang kita geluti," kata Maxi.

Di sela-sela kesibukannya bekerja, Maxi melanjutkan pendidikannya di The Australian National University (ANU) pada tahun 2011. Dari universitas tersebut, ia mendapat gelar  Magister Manajemen Lingkungan dan Pembangunan (MEMD). Namun setelah  menikah, Maxi  kembali ke Kupang karena harus hidup bersama keluarga, suami dan anak.

"Apa yang kita cari. Meskipun kerja di lembaga internasional seperti di UNHCR, lembaga PBB dengan gaji besar, tapi kalau jauh dari keluarga tidak enak juga. Kalau masih muda memang asyik," ujarnya.

Setelah kembali ke Kupang, Maxi  bersama suami dan teman-temannya, membangun usaha PT Timor Bangun Mandiri yang bergerak di bidang developer atau pengembang perumahan. Perumahan pertama yang kini diperkenalkan kepada masyarakat adalah Perumahan The Townhouse terletak di kompleks belakang Kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang lewat pertigaan Lapangan Udara Angkatan Laut (Lanudal) tepatnya setelah cabang Kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved