• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Pos Kupang

Tunas Menang, Guru Sejahtera, NTT Pintar

Minggu, 10 Maret 2013 22:20 WITA
Tunas Menang, Guru Sejahtera, NTT Pintar
POS KUPANG/NOVEMI LEO
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT, IA Medah, dan Melki Laka Lena (Paket Tunas)
POS KUPANG.COM -- Terpujilah wahai ibu bapak guru; Nama mu akan selalu hidup dalam sanubariku; Semua baktimu akan ku ukir dalam hatiku; Sebagai prasasti terima kasihku; Tuk pengabdianmu; Engkau sebagai pelita dalam kegelapan; Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan; Engkau patriot pahlawan bangsa; Tanpa tanda jasa. Betapa indahnya hymne guru ini. Apakah kehidupan guru juga seindah hymne ini???

Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Demikianlah metafora untuk menggambarkan betapa mulianya pengabdian guru. Ia mengabdi tanpa pamrih. Ia digugu dan ditiru. Ia membentuk masa depan. Betapa hebatnya sosok sang guru, ketika kita membicarakan peranannya, baik dalam kehidupan profesinya, maupun dalam kehidupan kemasyarakatannya.

Sebagai elemen penting dalam dunia pendidikan, guru selalu dilekatkan dengan maju mundurnya perkembangan pendidikan. Ketika tingkat kelulusan melorot, NEM yang dicapai siswa tidak memenuhi standar, guru dituding menjadi penyebabnya. Ketika ada siswa yang meraih prestasi tinggi, guru mendapat sanjungan. Kalau demikian, bagaimana seharusnya kita memperlakukan guru dalam totalitas peranannya??
Harus diakui bahwa untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas atau untuk menghasilkan output pendidikan yang berkualitas, banyak variable yang mempengaruhinya.

Guru hanyalah salah satu variable. Betatapun demikian, variable guru, berbeda secara hakiki dengan variable lainnya. Ia adalah variable insani, bukan benda mati. Seluruh sarana dan prasarana fisik pendidikan (benda mati), boleh lengkap dan modern, namun semua itu hanya berarti, manakala  guru yang menanganinya memiliki kemampuan yang memadai. Dengan kata lain, guru adalah the man behind the gun. Ia dapat menjadi solusi dari ketidaklengkapan sarana dan prasarana pendidikan. Ia dapat menjadi solusi dari berbagai kekurangan sistem pendidikan. Di daerah-daerah terpencil, gedung sekolah boleh reyot, tidak ada bahan bacaan, tidak laboratorium, tidak ada fasilitas macam-macam, tetapi hanya dengan kehadiran guru, proses pendidikan akan berjalan.

Namun demikian, guru juga seorang manusia, dengan segala kekurangan dan keterbatasannya. Ia bukan super hero. Ia manusia biasa. Ia dinobatkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, mengabdi tanpa pamrih, tidak berarti bahwa guru tidak memikirkan berbagai persoalan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Ia juga menghadapi berbagai kesulitan hidup setiap hari.

Ia membutuhkan uang untuk makan, minum, biaya sekolah anak, dan sebagainya. Karena itu Ia mengabdikan dirinya untuk digugu dan ditiru, tentu dengan harapan untuk mendapatkan pendapatan yang layak dan tentu saja kehidupan yang layak. Sama juga seperti kita, bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan yang layak dan pada gilirannya kehidupan yang layak.

Dalam konteks demikian, kualitas dan kesejahteraan guru ibarat dua sisi dari satu koin mata uang. Sistem pendidikan yang berkualitas menghendaki guru berkualitas, dan guru berkualitas haruslah guru yang sejahtera. Bagaimana mungkin guru dituntut untuk berkualitas, sementara pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya  tidak mencukupi. Karena itu, dalam pandangan kami berdua, peningkatan kualitas guru sebagai syarat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, generasi NTT yang cerdas, harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan guru.

Bagaimana kesejahteraan guru dapat ditingkatkan?? Pembiayaan gaji guru pada umumnya dianggarkan melalui APBD kabupaten/kota. Dengan anggaran yang terbatas, pemerintah kabupaten/kota juga mengalami kesulitan untuk menambah penghasilan guru. Pada titik ini, pemerintah provinsi dapat berkontribusi. Karena itu, bila kami berdua terpilih, kami akan serius mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru. Kami akan mendorong pemerintah pusat untuk mendapatkan jatah sertifikasi guru yang lebih banyak. Kami akan memfasilitasi guru-guru untuk dapat mengikuti sertifikasi dengan baik.

Bagi guru-guru pada umumnya, apalagi guru-guru di daerah terpencil dan guru-guru swasta, pemerintah provinsi dapat melakukan intervensi melalui bantuan keuangan untuk menambah penghasilan guru ke pemerintah kabupaten/kota.  Tidak seperti yang terjadi saat ini gaji guru khususnya yang kontrak mengendap berbulan-bulan. Para guru yang ada di pelosok-pelosok NTT harus mengurut dada karena tidak menda patkan gaji hingga berbulan-bulan lamanya. Sangat ironis.

Pasangan Drs. Ibrahim Agustinus Meda-Emanuel Melkiades Laka Lena, S,Si, A.Pt yang tampil dengan nomor urut 2 dalam pemilihan Gubernur NTT periode 2013-2018  telah bertekat untuk memperbaiki nasib guru di NTT yang kondisinya sangat menyedihkan. (tim tunas)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
96112 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas