League, Nyaman dan Nyentrik
LEAGUE merupakan brand Indonesia yang berfokus pada produk-produk olahraga dengan kualitas internasional.
Pemasaran sepatu League dilakukan oleh Berca Retail Group, pemegang lisensi untuk produk olahraga Nike di Indonesia.
Grup Berca merupakan produsen pakaian dan peralatan olahraga berbagai merek terkemuka, di antaranya Nike, And1, Umbro, mulai mencoba memperluas usahanya dengan membuat konsep usaha baru. Yaitu membuat brand sepatu olahraga lokal.
Sepatu olahraga asli Indonesia ini, dibuat dengan nama League, diharapkan dapat bersaing dan berlaga dengan produk olahraga lain yang sudah lebih dulu berkecimpung di Indonesia pada khususnya.
Produk yang ditawarkan meliputi berbagai macam bidang kegiatan olahraga seperti basket, casual, running, soccer/futsal, indoor badminton dan koleksi sepatu olahraga anak.
Hingga saat ini, League telah memiliki 39 gerai resmi, di mana 38 di antaranya berada di berbagai kota di Indonesia dan satu berlokasi di Singapura. Kini sepatu League bisa Anda dapatkan di Flobamora Mall Kupang, tepatnya di lantai II.
Sales Promotion League di Flobamora Mall Kupang, Miki Manikari, menjelaskan, harga sepatu League bervariasi sesuai model dan ukurannya. Untuk anak-anak mulai ukuran 30-35 harganya Rp 94.000 hingga Rp 199.000. Sedangkan ukuran 40-60 untuk dewasa, harganya mulai Rp 199.000 hingga 349.000.
Mahal? Tidak juga. Karena dengan mengenakan sepatu League, Anda bisa mendapatkan kenyamanan, kualitas dan design.
"Sepatu League didesign untuk mendukung kenyamanan dan performa penggunanya. Sepatu League juga trendy dan stylish. Dengan keunggulan itu, atlet yang mengenakannya bisa percaya diri dan membuat mereka terlihat lebih menarik," kata Miki dibenarkan rekannya, Marlina Oematan.
Konsep League adalah paduan antara sport (60%) dan gaya hidup (40%) sehingga diharapkan dapat menjangkau pasar olahraga dan juga non-olahraga. Dari sisi harga, di atas harga merek lokal tetapi di bawah merek internasional (Adidas, Nike, Fila, dll).
Segmen pasar yang ingin dibidik oleh League adalah kelas menengah dengan membidik usia antara 15-35 tahun, khususnya mahasiswa dan eksekutif muda.
Karena bahan bakunya 60% merupakan bahan baku lokal dan 40% sisanya adalah bahan baku impor, maka harga produksinya dapat ditekan. Harganya pun mudah dijangkau karena disesuaikan dengan target pasar menengah, Rp 199,000-Rp 449,000.