A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Tersangka Pembunuhan Merry Grace Menangis Saat Rekontruksi - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Pos Kupang

Tersangka Pembunuhan Merry Grace Menangis Saat Rekontruksi

Senin, 4 Maret 2013 11:43 WITA
Tersangka Pembunuhan Merry Grace Menangis Saat Rekontruksi
POS KUPANG/ARIS NINU
HJM alias Herman sedang menggali lubang untuk menguburkan Mery Grace di Lela, saat rekonstruksi di TOR Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Minggu (3/3/2013) siang.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS KUPANG.COM, MAUMERE
-- HJM alias Herman, tersangka dugaan kasus pembunuhan Mery Grace yang bernama lengkap Yosephine Kerodok Payong, dan dua bayinya, menangis ketika polisi Polres Sikka membawanya ke Lela, Minggu (3/3/2013) siang.

Herman dibawa ke Lela  untuk melakukan rekonstruksi pembunuhan berikut penguburan terhadap Mery Grace dan dua bayinya di taman bunga di TOR Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, 10 tahun lalu.

Herman ketika tiba di Lela dengan pengawalan ketat aparat Polres Sikka tidak bisa menahan rasa bersalah atas perbuatannya terhadap Mery Grace dan dua bayinya. Herman  menangis dan tak mau turun dari mobil Polres Sikka yang membawa ke Lela.
Dalam linangan air mata kesedihan, Herman  melakukan rekonstruksi semua adegan  pembunuhan Mery Grace, dan  dua bayinya.

Rekonstruksi itu dilakukan di depan 'lautan manusia' yang menyaksikan rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut. Hujatan dan teriakan di lokasi rekonstruksi, serta tangisan kesedihan dari kaum ibu yang mengenal Herman, pecah di Lela.

Pantauan Pos Kupang di TOR Lela, Minggu (3/3/2013) siang, aparat Polres Sikka dipimpin Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan dan dipantau langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maumere, Sanadji, S.H bersama anggota Polres Sikka berangkat dari Polres Sikka ke Lela sekitar pukul 11.00 Wita.

Hujan lebat di Kota Maumere tidak  mengurungkan niat polisi untuk melakukan rekonstruksi. Dalam perjalanan ke Lela hujan mulai reda sejak dari Kecamatan Nita sampai Kecamatan Lela.

Begitu tiba di Lela ternyata warga masyarakat Lela sudah  berjubel di sekitar lokasi rekonstruksi. Warga yang berasal dari Kecamatan Lela sudah mengerumuni lokasi untuk melihat jalannya rekonstruksi.  Orang dewasa dan anak-anak berbaur untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
95281 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas