PosKupang/

Pilgub NTT

Lima Paket Janji Pilgub Tanpa Politik Uang

Lima pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) NTT berjanji akan menjalankan proses

Lima Paket Janji Pilgub Tanpa Politik Uang
POS KUPANG/SIPRI SEKO
Para calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT NTT saat memegang nomor urut peserta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM,  KUPANG --  Lima pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) NTT berjanji akan menjalankan proses tahapan pemilu kada gubernur dan wakil gubernur bersih tanpa politik uang.

Janji lima pasangan calon ini tertuang dalam komitmen berintegritas yang ditandatangani kelima pasangan calon pada acara pernyataan komitmen bersama dan deklarasi kekayaan cagub dan cawagub NTT di Raffa Hall Hotel Ima Kupang, Rabu (27/2/2013).

Penandatanganan komitmen berintegritas ini disaksikan Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, Ketua dan anggota KPU NTT, dan Bawaslu NTT.  Acara ini diawali dengan ceremoni pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja tentang  mewujudkan NTT yang bebas korupsi. Selanjutnya, acara pernyataan komitmen bersama dan penandatanganan komitmen berintegritas dan diakhiri dengan konferensi pers.  

Lima pasangan yang menandatangani komitmen integritas ini antara lain, Pasangan Esthon Foenay-Paul E. Talo (Esthon- Paul), Ibrahim Agustinus Medah-Emanuel Melkiades Laka Lena (Tunas), Christian Rotok-Abraham Liyanto (CristAl), Frans Lebu Raya-Beny Litelnoni (Frenly) dan Beny Kabur Harman- Welem Nope (BKH-Nope).


Komitmen berintegritas yang ditandatangani kelima pasangan calon itu berisi antara lain, komitmen untuk menjalankan proses tahapan pemilukada secara berintegritas, transparan, dan akuntabel, bersih tanpa politik uang baik langsung maupun tidak langsung, serta berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi dan tidak melakukan korupsi.

Selain itu, juga memuat bahwa jika para pasangan ini terpilih, mereka akan terlibat penuh dalam membangun sistem integritas nasional  dan mengimplementasikannya pada pemerintah Propinsi NTT.

Pasangan calon juga akan memberikan LHKPN dan menyatakan laporan itu benar adanya serta bersedia untuk diperiksa KPK. Berikutnya, segera menonaktifkan pegawai yang memiliki rekening yang mencurigakan dan tidak dapat  mempertanggungjawabkannya serta terindentifikasi korupsi tanpa menunggu putuan berkekuatan tetap menurut hukum.

"Jika ada pelanggaran terhadap komitmen ini maka siap menerima sanksi moral, administrasi serta pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," demikian bunyi komitmen berintegritas  itu.

Pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja pada kesempatan itu mengatakan, Komitmen berinteritas dan deklarasi kekayaan cagub dan cawagub itu dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi KPKdalam program yang bernama Penguatan sistem politik berintegritas dan masyarakat paham ingtegritas yang dilaksanakan seiring dengan pilgub NTT.
Pantauan Pos Kupang, Calon Gubernur NTT, Beny Kabur Harman (BKH) tidak menghadiri acara pembukaan deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan penandatanganan komitmen berintegritas calon gubernur dan wakil gubernur NTT di Hotel Ima Kupang, Rabu (27/2/2013) pagi.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help