Pilgub NTT

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Pemilu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi NTT akan mengkaji data dan laporan yang masuk terkait dugaan pelanggaran

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Pemilu
Net
Logo Bawaslu
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi NTT akan mengkaji data dan laporan yang masuk terkait dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2013-2018.

Ketua Bawaslu Propinsi NTT, Nelce R P Ringu yang dihubungi Pos Kupang melalui ponselnya, Minggu (17/2/2013) sore mengatakan, pihaknya telah mendapat data dari panitia pengawas pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota. Dari data itu, kata Nelce, selanjutnya akan dikaji untuk ditentukan jenis sanksi yang akan direkomendasikan.

Dikatakannya, sejak pihaknya memberi deadline kepada para pasangan calon dan tim suksesnya untuk segera menertibkan baliho serta menghentikan aktifitas yang bernuansa kampanye, panwas di kabupaten atau kota sudah menindaklanjuti terhadap pasangan calon yang tidak mengindahkan.

"Dari pantauan, beberapa kab/kota sudah lakukan dengan tindakan pencegahan berbeda. Ada yang persuasif dengan meminta baliho dan  alat peraga lainnya diturunkan namun ada yang langsung mencatatnya sebagai tindakan pelanggaran pemilu," katanya.

Menurutnya, berdasarkan data, lima pasangan calon saat itu ditemukan melakukan  pelanggaran khususnya di Kota Kupang. Karena itu, dirinya bersam dua anggota Bawaslu NTT lainnya akan mengkaji data dan laporan dari panwaskab untuk merekomendasikan jenis sanksinya, "Lima pasangan ini dalam catatan kami, lima-lima melanggar. Dalam catatan kami seperti itu datanya. Besok (hari ini, red) baru saya masuk kantor, lalu kami lihat data-datanya baru kami bertiga bahas. Dalam menangani sebuah pelanggaran, temuan dugaan pelanggaran, punya prosedurnya, kami harus kumpulkan data-data, bukti dan saksi dari itu kami akan kaji. Ini masih dalam masa penanganan pelanggaran jadi kami masih punya waktu untuk bekerja," katanya.

Tentang konseksuensi dari temuan dari pihaknya, Nelce mengatakan akan berdampak pada setiap pasangan yang melakukan pelanggaran. "Data-data sudah ada di kantor,  ada tindakan pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana pemilu dan semuanya tentu berdampak pada pasangan calon. Apapun pun pelanggaraannya dampaknya tentu kembali ke mereka juga," ujarnya. *

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help