Rabu, 10 Juni 2026

Bukan Orang Sinting

Saya juga bukan orang sinting untuk membawa-bawa nama pejabat dan institusi publik.

Tayang:
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: omdsmy_novemy_leo
zoom-inlihat foto Bukan Orang Sinting
Yoseph Aryanto Tef'lopo Lu, B.Sc, Ketua Forum Komunikasi Tenaga Kerja (Forkom Naker) NTT
POS-KUPANG.COM --- "SAYA sebagai warga negara tidak kebal hukum. Semua warga negara tidak ada yang kebal hukum. Saya juga bukan orang sinting untuk membawa-bawa nama pejabat dan institusi publik."

Pernyataan ini disampaikan Ketua Forum Komunikasi Tenaga Kerja (Forkom Naker) NTT, Yoseph Aryanto Tef'lopo Lu, B.Sc, ketika ditemui Pos Kupang di Sekretariat Forkom Naker NTT, Jalan Piet Manehat, SVD Nomor 2, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Senin (11/2/2013).

Yoseph dimintai tanggapan tentang persoalan tenaga kerja wanita (TKW) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia.  Yoseph sendiri langsung menjemput dan membawa pulang  82 TKW dari negeri Jiran itu.

Yoseph menyatakan, sebagai warga negara yang taat hukum pada negara hukum tidak ada yang kebal hukum.

"Saya juga heran identitas saya mau diperiksa pribadi maupun institusi seolah-olah saya bukan warga Indonesia ketika ada persoalan ini," tegas Yoseph.

Dijelaskannya, selama beberapa waktu terakhir ini banyak pendapat yang seenaknya berkembang terkait pemulangan para TKW dari Malaysia. Pernyataan-pernyataan itu, demikian Yoseph, tidak ada yang berbuat sesuatu demi kemanusiaan.

"Banyaknya modus pernyataan publik itu, saya bisa bedakan, mana yang menjadi pejuang kemanusiaan dan mana yang menjadi penjahat kemanusiaan. Sedangkan saat ini saya sedang urus manusia yang gagal menjadi duta devisa negara. Dan, itu sebagai persoalan kemanusiaan," tandasnya.

Yoseph meminta kepada seluruh masyarakat NTT memberi waktu kepadanya untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya.

"Saya mohon beri waktu untuk melakukan tugas dan kewajiban saya ini. Setelah itu akan saya jelaskan secara proporsional persoalan ini. Saat ini memang diakui, banyak kritik. Bahkan yang saya ikuti sejumlah ancaman dan penghinaan  dituduhkan kepada saya sebagai pimpinan institusi," katanya.

Tentang Forkom Naker NTT yang diminta segera ditutup, Yoseph menyatakan, sebagai organisasi ia dengan senang hati menerima masukan itu.

Tetapi, tegas Yoseph, harus bisa dibuktikan kekuasaan pihak yang meminta penutupan lembaga itu. Dengan bukti yang ada, maka bisa dibubarkan. 

"Buktikan kekuasaan yang ada agar lembaga ini bisa dibubarkan. Tapi kalau tidak, maka jangan menyesal sebab tidak ada kata maaf," tandasnya.

Menyinggung keberadaan Forkom Naker, Yoseph mengatakan, ia  tidak berbicara tentang internal organisasi, tetapi  bekerja mewujudkan nilai kemanusiaan.

Dikatakannya, adanya forum tersebut dapat memberi warna tersendiri dalam mengatasi berbagai persoalan tenaga kerja. Forkom Naker NTT akan memberi ketegasan yang prinsipil soal keselamatan tenaga kerja yang harus dipertanggungjawabkan oleh negara- negera yang mempekerjakan tenaga kerja asal Indonesia, khususnya dari NTT. 

"Dan, kepada media yang melansir berbagai pendapat akan ada waktunya bagi saya untuk mengklarifikasi. Saya sedang bekerja untuk menuntaskan kewajiban saya di hadapan negara saat ini," kata Yoseph.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved