Komunitas BEM STIKES Nusantara, Bangun Kebersamaan

Hampir semua kampus di Nusa Tenggara Timur memiliki organisasi kemahasiswaan atau lebih dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa

Komunitas BEM  STIKES Nusantara, Bangun Kebersamaan
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Mahasiswa Stikes Nusantara Kupang dalam aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, organisasi itu menjadi laboratorium kepemimpinan dalam berorganisasi, pemahaman itu ada karena mereka sudah terbentuk dengan berorganisasi. "Di kampus secara akademis mereka tidak pernah dapat ilmu itu, tapi di organisasi ini mereka dapat itu. Bagaimana memimpin rapat, bagaimana memahami  dan mempelajari kondisi psikis orang itu, dan mengenal berbagai macam persoalan," jelasnya.

Jadi bukan hanya bisa pegang jarum infus, tapi juga mampu memasyarakatkan diri dengan orang lain. Kemampuan membangun komunikasi sosial secara baik. "Kebetulan kita juga punya mata kuliah Trans Kultural Keperawatan, itu ilmu membawahi mereka untuk berkomunikasi secara baik dengan orang, khususnya kepada pasien, dengan memberikan sentuhan secara baik dengan aroma-aroma terapi, komunikasi," ujarnya.

Para mahasiswa tersebut juga ikut dalam organisasi BEM dengan senang tanpa ada paksaan. "Saya melihat semua terpanggil untuk mau bersama. Jadi tidak ada paksaan. Mungkin karena kita orang NTT terpasung dengan budaya yaitu budaya gotong rotong, budaya kerja sama dan itu menjadi suatu dorongan yang spontan. Jadi keterpanggilan secara spontan tampak," jelas Benediktus Niron.*

Penulis: Alfred Dama
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved