Komunitas BEM STIKES Nusantara, Bangun Kebersamaan

Hampir semua kampus di Nusa Tenggara Timur memiliki organisasi kemahasiswaan atau lebih dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa

Komunitas BEM  STIKES Nusantara, Bangun Kebersamaan
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Mahasiswa Stikes Nusantara Kupang dalam aktivitas sehari-hari.

"Kita tidak mau mengkotak-kotakkan mahasiswa, mereka semua harus bersama. Jadi dalam kegiatan itu, kita membangun kebersamaan di antara sesama mahasiswa," jelasnya.

Sekretaris BEM, Melani Fallo mengatakan, kepanitiaan Natal bersama Stikes Nusantara sudah terbentuk sejak sebulan lalu. Selama sebulan lebih panitia bekerja mempersiapkan acara tersebut, dilakukan bahu-membahu tanpa memperhatikan latar belakang agama atau daerah asal.

"Jadi dalam kepanitiaan ini, semua kita lakukan bersama. Bukan yang kristen saja yang kerja, tetapi semua mahasiswa," jelasnya.
Ia menjelaskan, semua mahasiswa yang tergabung dalam komunitas BEM tersebut bekerja dengan senang hati atau tanpa ada paksaan. Semuanya mau bekerja sama demi almamater.

Bagi mahasiswa, nilai kebersamaan dalam sebuah organisasi bisa didapat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Bukan saja untuk umat Kristen, tetapi juga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari agama lain.

"Memang ada organisasi mahasiswa Islam, mahasiswa Katolik dan mahasiswa Kristen. Tapi, kalau buat kegiatan selalu melibatkan kelompok dari agama lain. Jadi dalam perbedaan itu, kita bersama bekerja," jelasnya.

Laboratorium Kepemimpinan

Hidup berorganisasi bagi kalangan muda atau mahasiswa merupakan kesempatan yang tidak perlu disia-siakan. Sebab, dalam organisasi bisa ditemukan banyak hal yang tidak ada di kelas perkuliahan.  

Humas dan dosen  tetap Stikes Nusantara Kupang, Benediktus Niron, SS, M.Si mengatakan, pimpinan Stikes Nusantara Kupang sangat mendukung kehidupan organisasi di kampus tersebut. Sebab, organisasi dalam hal ini BEM merupakan wadah tempat belajar para mahasiswa untuk menjadi pemimpin di masyarakat nanti.

Benediktus Niron menjelaskan, sebagai calon tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan, maka dalam diri mahasiswa ini harus ada sikap-sikap yang mau bekerja untuk melayani dan humanis sebab sifat pekerjaan tenaga kesehatan nantinya adalah mengurus manusia.

"Ada dalam dirinya, siap bekerja dan melayani dengan baik dengan motif-motif humanis, menolong dengan kemanusiaan. Diharapkan dengan kegiatan ini, bisa terbentuk secara baik dan pengakuan diri bahwa saya menjadi seorang mahasiswa ini merupakan cerminan warnanya jelas," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Alfred Dama
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved