• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Pos Kupang

Kasat Pol PP Flotim dan Tiga Staf Jadi Tersangka

Senin, 28 Januari 2013 17:06 WITA
Kasat Pol PP Flotim dan Tiga Staf Jadi Tersangka
POSKUPANG/SYARIFAH SIFAH
Rumah-rumah milik warga di Larantuka dan sekitarnya di Kabupaten Flores TImur (Flotim) dibangun menjorok ke laut. Nampak salah satu rumah di Kelurahan Sarotari yang menjorok ke laut. Gambar diambil, Minggu (27/1/2013)
Laporan Wartawan Pos Kupang, Sarivah Sifah

POS KUPANG.COM, LARANTUKA
-- Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Flotim),  Agustinus Sabong Ruin, Kasi Trantib, Tonce Ojan, Usman dan  seorang pegawai lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembongkaran rumah milik Ana Wilhelmina (64), warga Kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka pada awal Desember 2012 lalu.

Mereka ditetapkan setelah penyidik Polres Flotim memeriksa para saksi korban dan sejumlah saksi lain di Mapolres Flotim. Umumnya mereka ditetapkan sebagai terangka karena berperan sebagai penyuruh dan yang melakukannya.

Kapolres Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka, S.H melalui Kasat Reskrim , AKP Okto Wadu Ere, S.H mengatakan hal itu, Sabtu (26/1/2013). Menurutnya, penetapan keempat tersangka tersebut berdasarkan tugas mereka masing-masing,  yakni menyuruh dan melakukannya.

"Mereka (tersangka,Red) secara bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum sesuai tugas dan fungsi mereka masing-masing. Kasatnya melakukan perbuatan menyuruh dan lainnya melakukan pengrusakan di atas rumah orang yang bersertifikat,"kata Wadu Ere.

Ditanya soal rumah yang dibangun  sudah menjorok ke laut dan sesuai aturan tidak diperbolehkan, Wadu Ere menjelaskan, pemilik rumah Ana Wilhelmina memiliki sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional shingga pembongkaran yang dilakukan secara paksa itu melanggar hukum.

"Tahun 1980-an bangunan dan tanah itu berstatus sertifikat hak pakai dengan batas laut karena mereka warga Tionghoa, namun setelah ada kejelasan status warga negara sekitar tahun 1990-an pemilik rumah mengajukan kejelasan status sertifikat  hak milik dengan batas dari bibir pantai sekitar lima meter. Namun, bangunan sekarang lebih dua meter menjorok ke laut sehingga mestinya kalau mau bongkar  yang lebih dua meternya bisa dipertimbangkan,  namun yang dibongkar lebih dari dua meter,"jelas Wadu Ere.

Kasat Pol PP, Agustinus kepada wartawan belum lama di di Kantor Bupati Flotim, mengaku telah mengetahui informasi itu. "Saya juga kaget polisi tetapkan saya sebagai terasngka. Saya mau laporkan status saya ini kepada pak wakil bupati,"kata Agus.

Diberitakan sebelumnya, empat anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Kabupaten Flotim dilaporkan ke Polres Flotim oleh Ana Wilhelmina (64), warga Kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka, Sabtu (1/12/2012). Keempatnya dilaporkan dengan tuduhan melakukan tindak pidana pengrusakan karena membongkar rumah milik pelapor di kompleks Pelabuhan Larantuka, Senin (26/11/2012) lalu.

Keempat anggota Satpol PP tersebut,  yakni Frans Bulu, Domi Koten, Saban Sulaiman dan Usman Abdulah. Mereka bersama sejumlah anggota Satpol PP lainnya dengan peralatan seperti linggis dan palu, membongkar rumah Ana dan membuang barang-barang yang berada di dalamnya.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
91972 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas