Ket DPRD Kupang: Kami Siap Bersidang
Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Melitus Ataupah, didampingi Wakil Ketua 1, Johanes Masse, dan Wakil Ketua 2, Anton
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Melitus Ataupah, didampingi Wakil Ketua 1, Johanes Masse, dan Wakil Ketua 2, Anton Natun, baru tiba di gedung Dewan sekitar pukul 14.30 Wita. Ketiga pimpinan Dewan ini didampingi dua anggota Dewan menerima tiga orang delegasi massa pendemo.
Kepada delegasi, Melitus Ataupah menjelaskan, ia tidak menandatangani dokumen pertanggungjawaban keuangan APBD TA 2011. "Sedangkan anggarannya sudah dipakai habis untuk program-program pembangunan untuk rakyat. Jadi, tidak ada masalah," tandas Ataupah melalui telepon genggamnya, Selasa (15/1/2013) sore.
Alasan lain, kata Ataupah, ia tidak menandatangani dokumen itu karena sidang tidak memenuhi qourum. "Kehadiran secara fisik bukan berdasarkan absensi. Secara fisik cuma 10 orang yang hadir dari total 30 orang anggota Dewan," ujarnya.
Meski ia tidak menandatangani dokumen, namun oleh Pemerintah Propinsi NTT dianggap sah. Itu berarti tidak ada masalah kendati ia tidak membubuhkan tanda tangan.
Tentang pembahasan anggaran induk 2013, Ataupah mengatakan, dua hari lagi akan digelar rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Kupang untuk menetapkan jadwal sidang. "Direncanakan Senin depan sudah bisa sidang. Dewan bukan malas, apalagi menolak bersidang," tandas Ataupah.
Massa Forum Komunikasi Rakyat Kabupaten Kupang berjumlah sekitar 5.000 orang mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kupang, Selasa (15/1/2013) siang, sekitar pukul 11.00 Wita.
Massa datang menggunakan belasan truk, puluhan mobil, ojek dan ratusan sepeda motor. Massa membawa poster dan spanduk yang isinya berupa caci-maki kepada wakil rakyatnya. Massa mencari Ketua DPRD Kupang, Melitus Ataupah, di hampir semua sudut ruang gedung rakyat tersebut. Namun Ataupah tidak ada.
Keinginan beberapa anggota Dewan untuk berdialog dengan utusan massa, ditolak. Massa hanya mau berdialog jika Ataupah dihadirkan di gedung Dewan itu. Ataupah baru muncul pukul 14.30 Wita dan langsung menjelaskan duduk persoalan sebenarnya.*