PosKupang/

Rombongan Gubernur NTT Ditahan Polantas

Publik NTT tentu masih ingat insiden beberapa waktu lalu ketika pemimpin daerah ini ditilang oleh polisi lalulintas lantaran

Rombongan Gubernur NTT Ditahan Polantas
Humas Kantor Gubernur NTT
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya tampak kesal ketika ditilang di Noelbaki sepulangnya meninjau dan memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Oelebo, Kabupaten Kupang. Tampak Gubernur Frans sedang menanyakan alasan polantas menilangnya. Gambar diambil, Kamis (10/1/2013)
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Publik NTT tentu masih ingat insiden beberapa waktu lalu ketika pemimpin daerah ini ditilang oleh polisi lalulintas lantaran dianggap melakukan pelanggaran. Kini kejadian itu terulang kembali.  

Rombongan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya  yang baru saja kembali meninjau dan memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Oebelo, Kabupaten Kupang, ditahan oleh satuan polisi lalulintas (Polantas) dari Polres Kupang yang sedang melakukan operasi rutin, Kamis (10/1/2013) siang sekitar pukul 12.00 wita di Jalan Timor Raya, Desa Noelbaki, Kupang.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, Gubernur Frans bersama rombongannya dihentikan lantaran rombongan ini tidak dikawal oleh polisi lalulintas melainkan dari satuan polisi pamong praja yang menggunakan voorijder dan membunyikan sirene mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi NTT.

Menurut sumber Pos Kupang, rombongan gubernur tersebut  terdiri dari, voorijder oleh dua unit sepeda motor dari Pol PP, satu unit mobil BPBD yang saat itu membunyikan sirene, disusul mobil dinas DH 1 yang ditumpangi Gubernur Frans, dan mobil dinas yang ditumpangi, Kepala Dinas PU NTT, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan serta pejabat lainnya.

Saat rombongan tiba di ujung jembatan Noelbaki, rupanya ada operasi oleh satuan polisi lalulintas Polres Kupang sehingga rombongan ini langsung dihentikan oleh anggota polantas.

"Polisi berusaha menghentikan dua voorijder dan mobil BPBD yang membunyikan sirene karena katanya melanggaran aturan, sehingga rombongan ini terpaksa berhenti," jelas sumber ini.

Gubernur Frans, kata sumber ini, tampak sedikit emosional pada saat dihentikan. "Ya..pak gub agak marah tadi," kata sumber ini.

Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Propinsi NTT, Frans Lasa yang dikonfirmasi Pos Kupang, Kamis (10/1/2013) siang mengatakan, pihaknya mengakui bahwa yang bertugas di jalan raya adalah polisi lalulintas. Hanya saja, kata Lasa, polisi hendaknya mengedepankan etika dan humanis dalam menjalankan tugas.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help