Perahu Nelayan di Pantai Utara Nagekeo Hancur
Hujan dan angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Utara Nagekeo, Selasa (8/1/2013 hingga Kamis (10/1/2013),
POS KUPANG.COM, MBAY -- Hujan dan angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Utara Nagekeo, Selasa (8/1/2013 hingga Kamis (10/1/2013), tidak saja merusak ratusan hektar tanaman padi siap panen tetapi menghancurkan perahu nelayan di sepanjang Pantai Utara Nagekeo.
Gelombang tinggi dan angin kencang juga memaksa para nelayan istirahat melaut. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Daud Manga , salah satu nelayan yang kapalnya jadi korban terjangan gelombang pasang Rabu pagi , mengatakan, pada Selasa malam perahunya baru saja membongkar ikan hasil tangkapannya.
Ia kemudian melempar sauh di pantai belakang kediamannya. Namun pada Rabu pagi sekitar pukul 03.00 Wita, tiba-tiba muncul angin kencang yang memicu terjadinya gelombang pasang.
Daud yang ditemui di kediamannya, Kamis (10/1/2013), mengaku, dirinya dan ratusan nelayan di lokasi tersebut sempat berusaha menyelamatkan kapal miliknya ke darat namun gagal.
Hujan deras disertai angin kencang serta kondisi gelobang yang cukup tinggi menghambat upaya evakuasi kapal ke darat. Daud akhirnya terpaksa merelakan kapal ikan miliknya hancur berantakan diterjang gelombang.
"Saya sudah berusaha pasang tiga jangkar, tetapi tidak mampu menahan terjangan gelombang. Kerugian sekitar Rp 100 juta lebih. Harga kapal saja Rp 110 juta . Baru beli setahun. Belum termasuk generator tiga kilogram, dynamo lima kilo gram dan bola lampu Philips 23 watt sebanya 36 buah masing-masing seharga Rp 50.000,00," jelas Daud kepada dua anggota DPRD Nagekeo, Shafar, S.E dan Ahmad Tujuh yang mengunjungi dirinya dan para nelayan yang menjadi korban gelombang pasang Rabu pagi.
Dikatakan Daud, kapal tersebut merupakan kapal pencari sekaligus penampung ikan dengan kapasitas muatan 10 ton lebih, digerakan oleh dua mesing 24 pk dengan panjang badan kapan 15 meter dan lebar 2,30 meter. Musibah tersebut membuat Daud terpukul.*