Selasa, 9 Juni 2026

Perahu Nelayan di Pantai Utara Nagekeo Hancur

Hujan dan angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Utara Nagekeo, Selasa (8/1/2013 hingga Kamis (10/1/2013),

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Hujan dan angin kencang yang melanda   sebagian besar wilayah Utara Nagekeo, Selasa (8/1/2013 hingga Kamis (10/1/2013), tidak saja merusak  ratusan hektar tanaman padi siap panen tetapi menghancurkan perahu  nelayan di sepanjang Pantai Utara Nagekeo.

Gelombang tinggi dan angin kencang juga memaksa para nelayan istirahat melaut. Kerugian  diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Daud Manga , salah satu nelayan yang kapalnya  jadi korban terjangan gelombang  pasang Rabu pagi , mengatakan,  pada Selasa malam perahunya baru saja membongkar ikan hasil tangkapannya.  

Ia kemudian melempar sauh  di pantai belakang kediamannya.  Namun pada Rabu pagi sekitar pukul 03.00 Wita,   tiba-tiba muncul angin kencang  yang memicu terjadinya gelombang pasang.

Daud  yang ditemui di kediamannya, Kamis (10/1/2013), mengaku,  dirinya dan ratusan nelayan di lokasi tersebut sempat berusaha menyelamatkan kapal miliknya  ke darat namun gagal.

Hujan deras disertai angin kencang  serta kondisi gelobang yang cukup tinggi  menghambat upaya evakuasi  kapal ke darat. Daud akhirnya terpaksa merelakan kapal ikan miliknya hancur berantakan diterjang gelombang.

"Saya sudah berusaha pasang tiga jangkar,  tetapi  tidak mampu menahan terjangan gelombang.  Kerugian sekitar Rp 100 juta lebih.  Harga kapal saja Rp 110 juta . Baru beli setahun. Belum  termasuk  generator tiga kilogram, dynamo lima kilo gram dan bola lampu Philips  23 watt sebanya 36 buah masing-masing seharga Rp 50.000,00," jelas Daud kepada dua anggota DPRD Nagekeo, Shafar, S.E dan Ahmad Tujuh yang mengunjungi dirinya dan para nelayan yang menjadi korban gelombang pasang Rabu pagi.

Dikatakan Daud, kapal tersebut merupakan kapal pencari  sekaligus penampung ikan  dengan kapasitas muatan 10 ton lebih, digerakan oleh dua mesing 24 pk dengan panjang badan kapan 15 meter dan lebar 2,30 meter. Musibah tersebut  membuat Daud terpukul.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved