Rabu, 10 Juni 2026

Mata Air Sudah Mulai Pecah

Sejumlah sumber mata air di Kota Kupang kini mulai pecah. Diharapkan distribusi air PDAM akan berangsur membaik.

Tayang:
zoom-inlihat foto Mata Air Sudah Mulai Pecah
PK/VEL
Ir. Johannis Ottoemoesu, Kepala PDAM Kabupaten Kupang
POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK -- Sejumlah sumber mata air di Kota Kupang kini mulai 'pecah'. Diharapkan distribusi air PDAM akan berangsur membaik.

Kepala PDAM Kabupaten Kupang, Ir. Johannis Ottoemoesu, mengatakan hal ini kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (8/1/2013). Ia  mengatakan, pecahnya mata air itu terjadi karena musim hujan mulai tiba. Namun, warna air menjadi agak keruh karena masih bercampur lumpur.

"Tapi nanti warna air berangsur akan menjadi bening kembali dan pelayanan PDAM Kabupaten Kupang terhadap pelanggan akan membaik lagi," kata Johannis.

Johannis meminta maaf kepada pelanggan atas pelayanan PDAM selama musim kemarau sehingga distribusi airnya tidak sesuai jadwal. "Hal ini terjadi karena debit air menurun sehingga pelayanan tidak bisa maksimal selama musim kemarau," kata Johannis.

Mengenai persoalan antara PDAM Kabupaten Kupang dengan PDAM Kota Kupang terkait pengelolaan air, Johanis mengatakan,  sudah mulai ada titik temu menyusul pertemuan antara Bupati  Kupang dengan Walikota Kupang beberapa waktu lalu.

"Tim teknis sedang bekerja. Dan, masih dibahas kesepakatannya. Kami menunggu tawaran solusi dari Pemkot Kupang," kata Johannis.

Menurut Johanis, dari lima tawaran solusi yang diberikan Pemkot Kupang, yang paling logis yakni pembagian PAD 50:50 atau pembayaran retribusi air tanah yakni sumur bor dari Pemkab Kupang kepada Pemkot Kupang.

"Selama ini ada 31 sumur bor yang kami kelola, dan 12 di antaranya berada di wilayah Kota Kupang. Retribusi untuk 12 sumur bor itulah yang mungkin akan kami bayar ke Kota Kupang. Sedangkan 13 mata air permukaan  lainnya kami sudah ada perjanjian dengan Pemprop NTT," jelas Johannis.

Johanis berharap kesepakatan segera dilakukan sehingga pelayanan PDAM kepada masyarakat bisa lebih maksimal dilakukan.

Lebih lanjut Johannis mengatakan, penerimaan PDAM tahun 2012 berdasarkan audit BPKP terjadi peningkatan, yakni sebesar Rp 6.655.898.667 sementara  tahun sebelumnya 2011 hanya  Rp 4.515.081.135.

"Ini adalah prestasi bersama sehingga akan diikuti dengan peningkatan kesejahteraan karyawan, ada tambahan insentif, pelatihan, reward dan investasi kembali," kata Johannis.

Tahun 2013 ini, akan ada penambahan atau pengaktifan sumur bor di Nasipanaf yang  debit airnya  19 liter/detik. Sumur bor Nasipanaf itu diharapkan bisa melayani pelanggan di daerah merah yakni di Penfui dan Walikota.

DATA:

* Tunggakan Rekening Rp 11.941.560.710
* Laba bersih 2012 Rp 6.655.898.667

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved