A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kapolda Sitohang: KPU NTT Jangan Diam-Diam Saja - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Pos Kupang

Kapolda Sitohang: KPU NTT Jangan Diam-Diam Saja

Kamis, 10 Januari 2013 12:31 WITA
Kapolda Sitohang: KPU NTT Jangan Diam-Diam Saja
PK/ALY
Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi Ricky HP Sitohang
POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK --- Komisi Pemilihan Umum NTT diminta tidak bersikap diam-diam dalam pelaksanaan tahapan pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2013.

Informasi tentang kemungkinan adanya gejolak yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas sangat diperlukan polisi guna mengantisipasi pengamanannya.

Demikian disampaikan Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi Ricky HP Sitohang, kepada Pos-Kupang.Com di Kupang, Rabu (9/1/2013) siang. Kapolda Ricky menyatakan, sampai saat ini belum ada langkah koordinasi dari KPU NTT terkait pengamanan pelaksanaan pemilukada gubernur dan wakil Gubernur NTT tahun 2013.

"Kami meminta agar KPU juga memberikan input. Jangan hanya diam-diam saja. Jangan nanti kalau sudah kepepet baru lapor ke polisi. Nanti polisi bisa menjadi sasaran," ujar Kapolda Ricky.

Ia menjelaskan, sampai saat ini belum ada koordinasi antara KPU NTT dengan Polda NTT terkait pengamanan pelaksanaan pemilukada gubernur dan wakil gubernur 2013.

"Saya sebagai penanggungjawab kamtibmas di wilayah NTT sudah berusaha menjemput bola. Tetapi bola mana yang harus saya mainkan kalau seandainya pemainnya tidak memberikan masukan kepada saya. Saya tidak mau polisi disalahkan. Saya sudah membuka diri selama 24 jam untuk mengamankan dan mendukung kesuksesan jalannya pemilukada ini," kata Kapolda Ricky.

Ia mengharapkan KPU menginformasikan kemungkinan adanya gejolak yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan kepada jajaran kepolisian.

Dengan demikian ada kerja sama yang baik antara KPU dan kepolisian dalam menciptakan pelaksanaan pemilukada gubernur dan wakil gubernur yang aman dan tertib. 

"Bila perlu KPU bisa menggambarkan kira-kira apa permasalahan yang perlu kami amankan di sana. Kami akan siap 24 jam," jelas Kapolda Ricky.

Ia mencontohkan kemungkinan adanya potensi keributan manakala salah satu atau beberapa bakal calon tidak ditetapkan sebagai calon tetap. Bila terjadi seperti itu, semestinya sejak awal KPU menginformasikan kepada polisi sehingga Polda NTT bisa mengambil tindakan antisipatif lebih awal.

Tindakan antisipasi lebih awal untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan berujung pada gangguan kamtibmas.

"Tentu saya melakukan antisipasi menjaga KPU supaya tidak diganggu. Pertama menjaga pusat-pusat lain jangan sampai menjadi sasaran anarkis bagi kelompok- kelompok yang tidak puas. Kondisi ini tentu akan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum," papar Kapolda Ricky.

Menurut Kapolda Ricky, keterbukaan informasi tentang kebijakan dan sikap KPU terhadap satu pelaksanaan tahapan pemilukada akan memudahkan polisi mengantisipasi pengamanannya.

"Kalau informasi yang disampaikan lancar, maka tinggal jemput bola. Jangan sampai kalau sudah ribut baru menghubungi kami," jelas Kapolda Ricky.

Tentang penanganan kasus kecurangan dalam pemilukada gubernur dan wakil gubernur, Kapolda Ricky menjelaskan, penanganan kasus kecurangan pemilu akan ditangani tim penegakkan hukum terpadu. Tetapi harus dipisahkan kalau tim itu menangani kasus-kasus terkait pelaksanaan pemilu.

"Kalau perbuatan anarkis itu menyangkut pidana umum. Tidak ada hubungannya dengan gakumdu. Tindakan anarkis tetap diproses seperti biasa," ujar Kapolda Ricky setelah itu menyatakan sudah  kepada seluruh kapolres se-NTT untuk pengamanan pelaksanaan pemilukada.

Kapolda Ricky menjelaskan, semenjak Oktober kemarin jajarannya sudah memetakan situasi dan kondisi yang ada disini. Ia sudah memerintahkan Direktur Intelejen dan Keamanan Polda NTT untuk turun ke seluruh polres agar mendeteksi berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas hingga akar bawah agar pelaksanaan pemilukada gubernur berjalan baik.

"Kami mendukung pelaksanaan pemilukada berjalan baik. Tapi masing-masing konstituen kami harapkan juga mendukung dengan mengutamakan kepentingan umum," kata Kapolda Ricky.

Bergulirnya tahapan pemilukada hingga test kesehatan menjadikan jajaran polda semakin mempersempit pemantauan. Jajarannya memantau orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan ingin membuat instabilitas.

Selain itu orang yang ingin membuat kecurangan dan propaganda serta mendiskriditkan salah satu calon.

"Kami berharap semua pihak dapat menjaga etika dan profesionalisme serta mendukung kejujuran," jelas Kapolda Ricky.

Ia pun setiap hari mendapatkan laporan dari stafnya tentang berbagai kegiatan dan aktifitas para calon di lapangan terkait pemilukada gubernur dan wakil gubernur NTT 2013. Dengan demikian kalau ada gejolak bisa diatasi.

"Jangan sampai melakukan kecurangan yang bermuara pada tindakan-tindakan anarkis. Sama-sama NTT kita ciptakan situasi yang aman dan nyaman," jelas Kapolda Ricky.


STORY HIGLIHGTS
---------------------------
* KPU-Polda NTT Belum Ada Koordinasi
* Kapolda Berusaha Jemput Bola
* Para Kandidat Menjaga Etika
Penulis: alwy
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas