Waspada Mengemudi di Musim Hujan
HATI-hati mengemudi di kala hujan, karena air hujan bisa membuat jalanan licin atau bisa terjadi genangan air atau banjir sekalipun.
POS-KUPANG.COM -- HATI-hati mengemudi di kala hujan, karena air hujan bisa membuat jalanan licin atau bisa terjadi genangan air atau banjir sekalipun.
Yang perlu Anda ingat adalah kendaraan Anda bukanlah mobil amphibi yang sanggup menerjang genangan air setinggi apapun. Tetapi Anda juga tak perlu takut jika terpaksa melewati genangan air sampai sebatas lutut orang dewasa.
Anda hanya perlu berhati-hati saat mengemudi di musim hujan. Paling tidak sebelum berpergian, Anda mesti memeriksa dahulu kesiapan kendaraan Anda juga kondisi kesehatan Anda.
Berikut hal-hal yang perlu dicermati sebelum bepergian di musim hujan:
* Perangkat Rem.
Jika perangkat rem kendaraan Anda masih menggunakan sistem tromol, selepas banjir, Anda jangan lupa menginjak pedal rem berulang-ulang agar perangkat rem tromol kembali kering sehingga tak mengurangi daya kerjanya.
Sebab, ketika kendaraan menerjang banjir, komponen rem tersebut adalah bagian yang terendam air. Kalau tromol rem itu basah, maka daya kerjanya menjadi berkurang atau tidak ada sama sekali. Karena itu tromol rem haruslah senantiasa dalam keadaan kering. Cek juga sistem kemudi, kopling dan lain-lain.
* Perhatikan Kabel Busi dan Distributor.
Jangan sampai kabel busi dan distributor terkena air. Jika kecipratan air, Anda harus mengeringkan dengan cara dilap dengan kain. Yang justru harus dijaga, jangan sampai air masuk atau terhisap oleh intake manifold. Kalau hal ini terjadi, mesin bisa jebol dan Anda harus mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaikinya.
* Cek Karet Penutup Dek.
Banyak pengemudi yang tak memperhatikan karet-karet penutup dek ini. Karet yang terpasang di bawah karpet itu berfungsi sebagai penghalang agar air tak membasahi lantai mobil, Tak ada salahnya Anda perhatikan kembali satu per satu. Kalau ada yang sudah rusak atau lepas, ya cepat-cepat saja diganti. Tampaknya sepele tapi kalau air sudah masuk ke kabin, yang repot Anda juga.
* Periksa Sistem Kelistrikan.
Periksa sistem kelistrikan di semua sudut kendaraan Anda. Cek seluruh sambungan kabel yang terkelupas. Konektor yang longgar atau terbuka, cepat disolder kembali. Siapa tahu setelah memperbaiki sistem audio, Anda lupa merapikan sambungan kabel-kabelnya.
Kalau sampai air yang merembes ke dalam kabin mengenai sambungan kabel tersebut, dapat menyebabkan timbulnya hubungan pendek (korsluiting) yang memutuskan sekring. Memeriksa sistem kelistrikan dapat Anda kerjakan sendiri di waktu luang.
* Cek lampu.
Cek fungsi lampu yang ada di kendaraan. Bila perlu pasang lampu kabut, hal ini penting karena kondisi hujan bisa menyebabkan pandangan kita terbatas.
* Cek Fungsi Wiper.
Cek apakah wiper kendaraan Anda masih berjalan normal atau tidak. Jika sudah usang segera ganti untuk menghindari terjadinya baret pada kaca mobil Anda.
Cek juga fungsi penyemprot air cadangan wiper masih normal atau tidak karena penting sekali bila hanya hujan gerimis dan posisi Anda sedang berkendara di belakang truk atau bus karena kaca mobil Anda dipastikan akan terkena banyak kotoran dari mereka.
* Cek AC.
AC sangat penting bila musim hujan karena bisa menghilangkan embun pada kaca sehingga pandangan Anda akan jelas mengenai keadaan sekitar kita.
* Cek Kondisi Ban.
Jika ban alurnya sudah tipis sebaiknya ganti dengan ban baru agar tidak tergelincir atau selip. Cek juga tekanan angin pada ban agar sesuai, sebaiknya tekanan jangan terlalu tinggi karena bisa menyebabkan ban melayang (aquaplaning) isi saja tekanan ban antara 25psi sampai 30psi biar nyaman.
* Hindari Sepatu Licin.
Jangan menggunakan sepatu atau sandal yang licin karena biasanya akan terpeleset bila kita hendak menginjak rem atau kopling, kalau perlu nggak usah pake sepatu atau sandal, copot saja.
* Periksa Karet-karet Pintu, Talang Air.
Hal ini dilakukan untuk menghindari air masuk kedalam. Kalau karet pintu sudah gepeng semua, sebaiknya ganti dengan yang baru. Hal ini untuk menghindari air terciprat masuk kedalam melalui pintu/jendela kaca.
Trik Melewati Genangan Air
ANDA tak boleh ngebut saat hujan turun, apalagi saat melewati genangan air bahkan banjir. Karena di samping sangat berbahaya karena pandangan yang tidak luas, Anda juga pastinya tidak memahami kondisi jalan yang akan kita lalui.
Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda karena dalam kondisi hujan keadaan jalan akan berbeda sekali bila Anda berkendara dalam keadaan normal. Kenali kondisi rute perjalanan, maksudnya kalau rute yang biasa Anda lalui bila musim hujan sering banjir, maka coba cari rute yang lain yang lebih aman.
Untuk melewati jalan yang tergenang air, Anda harus yakin dan percaya diri. Masukkan gigi persneling ke posisi satu lalu tekan gas perlahan-lahan sampai jarum putaran mesin menunjuk angka 3.000 rpm.
Jangan injak gas berulang-ulang karena hal itu hanya akan menyebabkan kipas mesin menyedot air dalam jumlah banyak. Kalau sampai kipas menyedot air, efeknya akan membahayakan bagi mesin. Tak perlu kawatir jika saluran pembuangan (knalpot) kemasukkan air. Karena jika mesin dihidupkan, airnya akan menyemprot keluar terdorong oleh gas buang.

