Puisi-puisi Gerard Bibang
Bagimu sekalian mama, para saudari dan perempuan dan sekalian para pemilik rahim di harimu ini, hari ibu sujudku berlumur air mata
Bagimu sekalian mama,
para saudari dan perempuan
dan sekalian para pemilik rahim:
I. DI DEPANMU IBU
di harimu ini, hari ibu
sujudku berlumur air mata
atas kasih-sayangmu yang lebih dalam dari lautan
menyertai derap langkahku di titian waktu
di depanmu ibu
wajahku merunduk malu
kasihmu seluas rahim
membuatku bertahan meniti tebing
dengan tetesan air mata
kularungkan segala kesalahan hingga ke tepian samudera
(gnb/jkt/22 des '12, sabtu: hari ibu).
II. UNTUK TUBUHMU
sujudku untuk tubuhmu
ragamu diberi rahim
mengalirkan humus
hidup berlanjut di bumi
bergenerasi turun temurun
pewaris pemilik rahim
tubuhmu dikaruniai lebih
tapi kau jauh dari arogansi
rahim dalam tubuhmu
bukti nyata kehadiran Sang Pemilik RAHIM
untukmu sujudku bertalu-talu
tidak usah lagi kucari ALLAH-ku
dengan bersusah-susah meniti tebing
lagi, untuk apa? ALLAH-ku tidak pernah jauh
kepadamu perempuan, maafkanlah!
kau kuanggap mahluk biji sesawi
aku lelaki tidak tahu diri
aku hanyalah setitik debu di ruang hampa jagat
(jkt/jumat/21.12.'12: terinspirasi Luk 1:29-45)