• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Pos Kupang

Esthon: NTT Masih Tertinggal dan Terbelit Kasus Korupsi

Jumat, 28 Desember 2012 22:31 WITA
Esthon: NTT Masih Tertinggal dan Terbelit Kasus Korupsi
POS KUPANG/ISTIMEWA
SERAHKAN LHP--Mantan Ketua BPK RI NTT, Rudy Sinaga menyerahkan buku laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Propinsi NTT kepada Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay di ruang sidang DPRD NTT, Selasa (3/7/2012) pagi.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, KUPANG
-- Wakil Gubernur NTT yang kini mencalonkan diri menjadi Gubernur NTT, Esthon Foenay mengakui mengakui bahwa hingga saat ini NTT masih dikategorikan tertinggal dan terbelakang dari segi derajat kesehatan, derajat pendidikan dari segi kelulusan SMA dan SMP, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah standar nasional.

"Tidak hanya tertinggal dan terbelakang. NTT yang kita cintai ini juga  terbelit dengan persoalan korupsi dan kolusi. Data kementerian dalam negeri membuat kita tersentak dan gelisah  yaitu tentang banyaknya kasus korupsi di NTT. Saya bertekad memberi dukungan penuh kepada aparat penegak hukum di NTT untuk melakukan pemberantasan dan pencegahan korupsi," tukasnya.

Esthon juga menyinggung soal masalah ekonomi, lapangan pekerjaan, kemudahan akses permodalan dan lingkungan hidup akibat perambahan hutan serta pemerintahan yang bersih, bebass KKN dan pemerintahan yang melayani dan mengabdi kepada rakyat. "Untuk itulah, kami Esthon-Paul bersedia menerima amanah sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT lima tahun mendatang," katanya.

Dikatakannya, dengan pengalaman sebagai wakil gubernur, Kepala Badan Diklat NTT dan serangkaian jabatan lainnya yang berpasangan dengan Paul Edmundus Talo yang adalah pelaku pariwisata dan seorang dosen akan bertekad bekerja bersama- sama dengan seluruh rakyat NTT untuk mewujudkan NTT yang lebih sejahterah dan lebih berdaya saing.

Menurut Esthon, hal penting yang harus segera dilakukan untuk NTT antara lain, pertama, melakukan reformasi birokrasi untuk menghasilkan pemerintahan yang lebih efektif, efisien dan produktif dan berorientasi melayani. Bebas dari belenggu KKN, mengedepankan aspek transparansi dan akuntabilitas.

Kedua, sebanyak 80 persen penduduk NTT tinggal di desa-desa dan terjadinya kesenjangan pembangunan antara desa dan kota akibat orientasi pembangunan yang masih fokus di perkotaan sehingga tampak belum tulus membangun desa.

Ketiga, belanja infrastruktur perlu ditingkatkan secara progresif dan harus ditingkatkan anggaran  untuk infrastruktur dasar, penghematan belanja aparatur untuk pembangunan infrastruktur.
keempat, melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi dan mengelola secara tepat potensi dan keunggulan komparatif yang dimiliki NTT. " Kami Esthon-Paul dengan bangga mengatakan bahwa NTT adalah Nusa Tiada Tanding dalam hal keindahan alam dan keunikan budaya seperti komodo, pulau riung, danau kelimutu, taman bawah laut di Alor, Nembrala, Semana Santa, Penangkapan Ikan Paus di Lembata, Pasola dan tenun Ikat NTT," katanya sambil menambahkan bahwa pembangunan berkelanjutan perlu memperhatikan keungggulan-keunggulan ini.

Pariwisata, kata Esthon adalah salah satu pilihan. pariwisata yang melibatkan masyarakat. Yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku. Karena itulah, dibutuhkan tangan-tangan yang ahli yang sudah terbukti. "Karena itulah saya berpasangan dengan Paul Talo oleh karena kiprahnya sudah dikenal hingga mancanegara. Esthon-Paul pasti lebih mampu melakukan promosi dan pengembangan pariwisata dengan cara-cara yang lebih cerdas, efektif, efisien dan produktif," tegasnya.

Dia mengajak seluruh rakyat NTT untuk menetap pilihan dan meyakini akan kebenaran pilihan atas pasangan Esthon dan Paul pada tanggal 18 Maret 2013 mendatang. "Saya juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan meskipun pilihan mungkin berbesa," pungkasnya.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
88842 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas