Pantai Cinta

BUIH putih ombak membelai mesra bibir Pantai Nanganesa, Ende. Sang jejaka di ujung senja menatap jauh menembus batas cakrawala.

Pantai Cinta
Net
Ilustrasi

Airmata keduanya bertaut didalam lembah kepedihan. Terpuruk keduanya di sudut kota Jogjakarta. Keremangan menjadi hiasan hati mereka. Airmata mengalir deras genangi ruang batin mereka. Jarak yang dekat terasa jauh. Yang terlihat menjadi tidak terlihat lagi. Pekatkan semua prasasti suci tentang cinta. Ingin merengkuh sepenuhnya kekuatan cinta itu seperti sedia kala tetapi kekuatan cinta yang begitu kuat merobek-robek sisi manusiawi dua anak manusia ini.

                    ***
Petikan sasando mengalun pelan. Dentingan dawai kerinduan terdengar menyayat hati. Debur ombak keras menghantam pantai Nembrala - Rote.  Seakan menanti balasan rindu dari seberang lautan. Perasaan yang tak terbantahkan tentang damainya cinta. Bergemuruh dalam dada Tesha. Sahut sang jejaka tak jua terdengar. Mungkin butuh waktu untuk pemulihan mental yang terkoyak.

Tidak. Jikalau ia benar-benar mencintaiku tentu ia memaafkanku dengan segala khilafku seperti aku telah memafkannya. Kata hati Tesha sembari terus menanti terbitnya mentari yang memancarkan harapan baru tentang cinta yang tertanam begitu kuat untuk seorang Vriq. Masihkah membekas dalam hatinya??gumam Tesha pada setiap hempasan ombak yang datang menghampiri.

Rentang waktu masih berpihak pada keduanya. Tesha masih menunggu Vriq untuk menjemputnya seperti  14 Tahun silam. Di sudut pantai Nembrala Tesha berharap - harap cemas.  Tesha menarik napas dalam dan berbisik lirih pada semilir angin senja,

" Jemputlah diriku Vriq tidak dengan bilur-bilur luka di sekujur tubuhmu tetapi sebagai seorang ksatria cinta yang mengagungkan cinta. Jadikan pantai ini pantai impian cinta seperti yang pernah kau ucapkan bahwa cinta kita ibarat sebuah fenomena alam."
Aargghhh..aku sampai tak sadar kalau malam telah menjemputku. Cerita dari mulut Kure berakhir ketika temannya yang kukenal bernama Ziz  datang memanggil Kure untuk segera melaut. Aku pun pamit dari hadapan keduanya. Sementara Vriq sudah tak lagi terlihat disudut pantai Nanganesa yang semakin terlihat eksotis dibawah pancaran purnama. *
    
Jao : Saya, Mae: Jangan, Mae gare rewo: jangan ngomong sembarang. Ngestei: katakan/beritahu

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help