Theo Sambuaga: Hypermath Tidak Mematikan
Theo Sambuaga, President Lippo Group, mengatakan, kehadiran hypermart dan usaha-usaha lain di kota ini berkat ajakan Gubernur Lebu Raya.
Yang pasti, kata dia, manajemen hypermart mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat, para wakil rakyat, dunia usaha dan masyarakat.
Theo mengatakan, Lippo Group sudah melakukan sejumlah aktivitas tak semata bisnis, namun usaha di bidang pendidikan dengan mendirikan Sekolah Lentera Kehidupan.
Kehadiran usaha ini, kata mantan Menteri Perumahan Rakyat, ini membantu penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 350 tenaga kerja terserap pada usaha ini. "96 persen adalah anak-anak dari daerah ini," katanya.
Hypermart juga, kata Theo, membuka peluang kerja sama dengan usaha kecil menengah (UKM) sebagai suplair atau pemasok berbagai kebutuhan lokal ke hypermart itu.
Karena itu Theo menegaskan bahwa Lippo tak merugikan atau mematikan sesama pengusaha di daerah ini. Justru ia membangun sinergi dan saling mensubstitusi.
Corporate Communication Manager PT Matahari Putra Prima, Tbk/Matahari Food Business Menara Matahari, Fernando Repi, kepada wartawan, kemarin, mengatakan, manajemen melirik daerah timur Indonesia untuk mengembangkan usaha karena berpotensi ekonomi tinggi.
Hypermart merupakan salah satu unit bisnis yang dikelola oleh Matahari Food Business (MFB) selain foodmart & Boston Helath Center. MFB merupakan bagian dari konsep ritel multi format di bawah PT Matahari Putra Pertama, Tbk.
Saat ini kata Fernando, MFB mengelola 79 gerai hypermaert, 28 foodmart dan 67 gerai boston health center. Total pendapatan grup bisnis hypermart telah mencapai Rp 9 triliun dengan proyeksi pertumbuhan kurang lebih 20 persen di tahun 2012.
Ia juga mengatakan, hypermart menargetkan untuk membuka setidaknya 80 toko baru dalam lima tahun ke depan.
Hypermat merupakan pusat perbelanjaan besar kedua di Kupang, setelah Ramayana yang dibuka pada 2006.