• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Pos Kupang

TNI AL Tahan KM Nurbaitullah di Pelabuhan Lorens Say Maumere

Minggu, 16 Desember 2012 21:59 WITA
TNI AL Tahan KM  Nurbaitullah di Pelabuhan Lorens Say Maumere
POS KUPANG/ARIS NINU
BERLABUH--KM Okshin berlabuh di Teluk Maumere tidak melaksanakan aktivitas di Sikka, Sabtu (15/12/2012) siang
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Maumere, Kamis (13/12/2012) pagi menahan KM Nurbaitullah bersama puluhan anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Diduga ada kesalahan saat mengantar hasil penangkapan ikan ke KM Okshin 08 di Perairan Teluk Maumere.

"Apa salah kami pak. Kami sudah lapor ke Syahbanbar Maumere untuk beroperasi di Teluk Maumere. Surat kami sudah diserahkan ke Syahbandar Maumere. Kenapa KM Nurbaitullah yang merupakan mitra KM Okshin 08 ditahan. Lanal Maumere minta KMOkshin juga dibawa ke Nangahure untuk ditahan. Apa salah kami. Kenapa hanya KM Okshin dan mitranya saja yang ditahan, yang lain tidak. Kami ada izin melakukan bongkar muat. Izin itu sudah ada di tangan pemerintah," kata Alum Sidabutar, Manajer Operasional PT.Okshin, di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Jumat (14/12/2012) siang.
Alum mempertanyakan alasan penahanan KM Nurbaitullah. Pasalnya, penahanan di kawasan perairan Teluk Maumere seharusnya dilakukan  Syahbandar Maumere, bukan oleh Lanal Maumere.

Alum mengatakan, penahanan KM Nurbaitullah telah membuat operasional KM Okshin di Perairan Maumere yang dinahkodai Kusuma mengalami gangguan karena kapal-kapal mitranya Okshin takut mengantar ikan untuk KM Okshin.

Mengenai penahanan KM Nurbaitullah, Alum menjelaskan, pada Kamis (13/12/2012) pagi ada bongkar muat ikan di KM Okshin dan  KM Nurbaitullah yang merupakan mitra Okshin.

Saat itu, tutur Alum, datang tiga anggota Lanal Maumere meminta KM Nurbaitullah ke Nangahure karena melakukan operasi tanpa mengantongi izin.

Alum mengatakan, yang mengherankan KM Nurbaitullah diamankan Angkatan Laut di wilayah Kesyahbandaran Maumere. Kewenangan itu berada di Syahbandar Maumere. Jika ada kesalahan, Syahbandar akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian.

"Kami tidak tahu salah kami apa. Prosedur  bongkar muat sudah sepengetahuan Syahbandar Maumere. Kenapa bukan Syahbandar Maumere saja yang melakukan penindakan jika kami salah. Kami beraktivitas di zonanya Syahbandar, kok  ditahan Lanal Maumere. Kalau mau proses hukum silakan, kami beroperasi ada izin. Sudah tiga hari ditahan tanpa ada proses hukum," kata Alum.

Ia menjelaskan, pengurusan izin operasi KM Okshin dan mitranya sudah ada dari pusat hingga daerah. Dalam izin itu aktivitas bongkar muat bisa dilakukan di pelabuhan umum sesuai surat izin dari Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia.(ris)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
87931 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas