A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kasus Korupsi di Sikka Sedang Diproses - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pos Kupang

Kasus Korupsi di Sikka Sedang Diproses

Selasa, 11 Desember 2012 15:14 WITA
Kasus Korupsi di Sikka Sedang Diproses
POS KUPANG/ARIS NINU
DEMO DI KEJARI--Empat anggota KPK PRD dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Eskot Sikka, beraksi di halaman Kejari Maumere, Senin (10/12/2012).
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE, PK ---
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maumere, Sanadji, S.H, melalui Kepala Seksi Pidana Umum, AA Raka, S.H, menegaskan, penanganan kasus korupsi di Sikka oleh jaksa sedang berjalan dan tetap diproses.

"Untuk alkes dan kasus lainnya sedang diproses. Kasus dana bansos sudah ditangani Kejati NTT. Kasus KM Teluk Maumere sudah ditangani dan sedang berjalan,"  kata Raka kepada Pos-Kupang.Com, Senin (10/12/2012) siang.

Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, S.Ik,  Senin (10/12/2012) di Mapolres Sikka, menegaskan, polisi akan membuka kembali penanganan kasus korupsi yang pernah ditangani.

Dengan demikian, tegas Budi, penanganan kasus-kasus korupsi bisa tuntas sesuai dengan harapan masyarakat Sikka. "Kami lihat lagi dan buka lagi kasus korupsi yang telah ditangani polisi," tegas Budi.

Sebelumnya, Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK PRD dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Eskot Sikka meminta aparat penegak hukum di Sikka yakni Polres Sikka dan Kejari Maumere menangkap, menahan dan mengadili para koruptor alias penjahat sukses di Sikka.

Para koruptor diduga telah membuat masyarakat Nian Sikka dan negara mengalami kerugian sebesar Rp 16.500.408.489.04 yang tersebar di berbagai instansi dan dinas  hingga belum ada penanganan tuntas dari aparat penegak hukum.

Total kerugian itu berdasarkan temuan BPK atas sembilan kasus korupsi di Sikka yang terjadi sejak tahun 2003, 2006, 2007, 2008 dan 2009.

"Kami minta aparat penegak hukum di Sikka jangan diam. Polisi dan jaksa harus segera menangkap para koruptor di Sikka," kata Lorens Ritan, saat demo di Jalan Kesehatan Maumere, Rabu (28/11/2012) siang.
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
87362 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas