Bersuara Sampai Jakarta
Cerita ringan dan lucu seakan tak habis disampaikan oleh lelaki separuh baya ini saat berada di atas panggung.
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: omdsmy_novemy_leo
Ditengah kesibukannya sebagai dosen mata kuliah filsafat, psikologi dan agama Katholik itu, suami dari Metri Lopez ini selalu menyempatkan diri untuk 'menghibur' masyarakat dengan profesi tambahannya sebagai MC.
Bahkan kiprahnya sebagai MC selama hampir 12 tahun itu rutin ditekuninya dengan serius hingga saat ini. Lelaki paruh baya ini selalu menghadirkan joke alias cerita lucu yang up to date bahkan joke itu disesuaikan dengan daerah asal dari si tuan pesta.
Bahkan Herman pun sering belajar berbagai bahasa daerah agar bisa disampaikannya saat menjadi MC. Kemampuan Herman ini yang membuatnya lebih `berbeda' dengan MC lainnya di Kota Kupang.
Ditemui pada salah satu pesta pernikahan di Kupang belum lama ini, Herman mengatakan, cerita-cerita lucu dari berbagai daerah itu didapatnya dari teman-temannya. Namun ada juga yang terpaksa dikarangnya agar membuat tuan pesta dan undangan pada pesta yang dipandunya itu bisa tersenyum.
"Kalau ada waktu luang saya sering belajar adat istiadat dan juga bahasa daerah dengan teman-teman lain agar saya bisa tahu sedikit berbagai bahasa daerah di NTT, juga Jawa, Bali, Batak dan lainnya," kata PNS pada Kantor Kementerian Agama Kota Kupang ini.
Kepiawaiannya sebagai MC membuatnya bisa keluar NTT. Beberapa kali Herman diminta untuk menjadi MC di Jakarta oleh rekan, kenalan bahkan beberapa lembaga swasta.
"Mereka yang mengundang saya ke luar NTT itu adalah kenalan saya. Tapi ada juga yang baru kenal di tempat pesta di Kupang, lalu setelah mereka pulang ke Jawa, mereka mengundang saya ke sana," kata lelaki asal Atambua-Belu ini.
Herman bermimpi ingin mendirikan institute MC dan Public Speaking di Kupang. Untuk mewujudkan mimpinya itu saat ini ayah dari Susan, Nanda, Andri dan Juliet itu sedang menyisihkan `pundi-pundi' hasil MC-nya.
"Saya yakin jika Tuhan berkenan, maka institute MC dan Public Relation itu bisa ada di Kota Kupang ini," katanya.