Sabtu, 1 Agustus 2015

Polda Perintah Polres Lembata Proses Hukum Pengancam Wartawan

Selasa, 4 Desember 2012 23:12

Polda Perintah Polres Lembata Proses Hukum Pengancam Wartawan
ist
Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP Sitohang, SH

Penuntasan proses hukum untuk memberi pelajaran kepada pejabat publik agar tidak berlaku arogan dan sewenang-wenang sehingga membuat masyarakat resah.

Perintah itu disampaikan Kapolda Ricky ketika ditemui wartawan di Kupang, Senin (3/12/2012) siang. Kapolda  menyatakan, langkah hukum perlu dilakukan sampai tuntas agar masyarakat tidak resah atas ulah oknum pejabat pemerintah yang bertindak arogan kepada masyarakat.

Kapolda Ricky menyatakan, bila Polres Lembata tidak sanggup menangani kasus itu, Polda NTT bisa mengambil alih penanganannya. Namun Polda NTT memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada Polres Lembata untuk menangani kasus pengancaman pembunuhan dengan terlapor oknum Wakil Ketua DPRD Lembata.

Menurut Kapolda Ricky, seorang pejabat publik di daerah semestinya bertindak humanis. Boleh tegas, tetapi bukan berarti membentak-bentak, memaki-maki dan mengancam orang dengan kearogansiannya lantaran jabatan yang diemban.

Ia menambahkan, dugaan penyimpangan perjalanan dinas DPRD Lembata juga menjadi bagian tersendiri dalam penyelidikan dugaan korupsi.

"Nanti akan kami dalami terlebih dahulu terkait dugaan penyimpangan perjalanan dinasnya," kata Kapolda Ricky. Setelah itu, katanya, penyelidikan bisa dimulai karena kemungkinan ada perjalanan fiktif dengan pos belanja anggaran tersebut.

Berita sebelumnya, Wakil Ketua (Waket) II DPRD Lembata, Yoseph Meran Lagaur, S.IKom mengancam membunuh wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu,  pada acara renungan Hari AIDS se-Dunia di Taman Swaolsa Tite, Kota Lewoleba, Sabtu (1/12/2012) malam pukul 19.30 Wita.

Halaman123
Penulis: alwy
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas