• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Pos Kupang

Terpidana Pembunuhan Menangis Saat Menuju Lapas

Sabtu, 1 Desember 2012 02:21 WITA
Terpidana Pembunuhan Menangis Saat Menuju Lapas
POS KUPANG/ISTIMEWA
Terpidana kasus pembunuhan, Erni Manuk sementara digiring ke Lapas Wanitia Kupang setelah diringkus dua penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT, Jumat (30/11/2012) siang.
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Theresia Abon Manuk alias Erni Manuk terpidana kasus pembunuhan Yoakim Laka Loi Langodai di Lembata yang diganjar 17 tahun penjara tak kuasa menahan linangan air mata saat dua jaksa dari Kejari Lewoleba menggiringnya menuju mobil yang akan membawanya menuju Lembaga Permasyarakatan Wanita di Penfui Kupang, Jumat (30/11/2012) siang.

Erni digiring ke Lapas Wanitia setelah Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol Sam Kawengian menyerahkan hasil buronannya selama lima hari itu ke dua jaksa Kejari Lewoleba di Mapolda NTT.

Polda NTT menyerahkan Erni ke jaksa setelah  dua anggotanya, Ipda Marselus Hale dan Aiptu Buang Sine berhasil menangkapnya di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (29/11/2012) malam.  

Seperti disaksikan nampak Erni mengenakan blus warna biru motif bunga dipadu celana jeans ketat biru didampingi keluarganya keluar dari ruangan Direktur Reskrim Umum Polda NTT, Kombes Pol Sam Yulianus Kawengian, Jumat (30/11/2012) siang. Tak hanya itu, dua jaksa dari Kejari Lewoleba ikut dari belakang membawa Erni ke dalam mobil Toyato Inova warna hitam menuju Lapas Wanita Kupang.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang, didalam ruang Direskrim ada serah terima terpidana Erni Manuk dari penyidik kepolisian kepada aparat Kejari Lewoleba yang akan mengeksekusinya.

Sebelum keluar menuju Lapas Wanita Penfui-Kupang, Erni sempat menemui keluarganya yang menunggunya di halaman parkir Ditreskrim Umum Polda NTT.

Kepada Pos Kupang, Erni menyatakan selama ini dia berada di Denpasar, Bali lantaran memiliki rumah di sana.  Ditanya kenapa tidak tinggal di Lembata, Erni menyatakan ia memilih tinggal di Denpasar lantaran memiliki rumah disana.

Tentang eksekusi kasus tersebut, Erni menyatakan secara hukum dia menerima. "Tetapi saya masih ada upaya hukum berupa peninjauan kembali," ujar Erni sambil masuk ke dalam mobil yang disediakan kejaksaan.
Penulis: alwy
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
86651 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas