PosKupang/

Mantan Kadistabun NTT Jadi Tersangka Korupsi

Penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT menetapkan mantan Kepala Dinas Pertanian

Mantan Kadistabun  NTT Jadi Tersangka Korupsi
ist
Ilustrasi Korupsi
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT menetapkan mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) NTT, Ir. Petrus Muga (PM), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk di instansi itu tahun anggaran 2009 senilai Rp 976.675.000.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Ricky HP Sitohang, dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ida Pello, Senin (19/11/2012), mengatakan, penetapan Petrus sebagai tersangka setelah polisi menemukan bukti yang cukup.

Ida yang didampingi Kasubdit Tipikor, Komisaris Polisi (Kompol) Benny R Hutajulu; Ketua Tim Penyidik, Ajun Komisaris Polisi (AKP)  I Made Pasek Riawan; Ketua Tim Pemeriksa Kasus Korupsi Pengadaan Pupuk, Iptu Jamaludin; dan Ketua Tim Pemeriksa Kasus Korupsi Tanah RRI Kupang, Ipda Hatta, menjelaskan, penetapan PM sebagai tersangka juga setelah polisi mendapat perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  RI Perwakilan NTT.

Sesuai hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP NTT, demikian Ida, negara dirugikan sekitar Rp 887 juta.

Ida mengatakan, penetapan tersangka juga dilakukan setelah penyidik memeriksa sekitar 75 saksi. Banyaknya saksi yang diperiksa karena pendistribusian pupuk  mencakup 14 kabupaten di seluruh NTT. Untuk itulah, kata Ida, beberapa pihak yang terkait dalam proyek pupuk ini diperiksa penyidik di 14 kabupaten.

Tentang peranan PM sehingga menjadi tersangka, Ida menjelaskan, saat proyek berlangsung, posisi Petrus sebagai pengguna anggaran. Untuk itu, pencairan anggaran proyek baru dapat dilakukan manakala pengguna anggaran menandatanganinya.

Ida mengatakan, kasus ini mulai diselidiki polisi setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa pencairan anggaran proyek sudah 100 persen, tapi fisik belum selesai.  Setelah ditelisik lebih jauh, ungkap Ida, polisi mendapat informasi bahwa banyak pekerjaan yang tidak dilaksanakan sesuai kontrak.

Tidak hanya PM, demikian Ida, polisi juga menetapkan kontraktor berinisial KM sebagai tersangka. KM sudah diperiksa penyidik pekan lalu.

Ditanya agenda pemeriksaan PM, Ida mengatakan, penyidik  mengagendakannya dalam waktu dekat. Pemeriksaan PM sebagai tersangka untuk keperluan pemberkasan agar segera dikirim kepada jaksa penuntut umum Kejati NTT.(aly)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help