Rabu, 5 Agustus 2015

Aktor Intelektual Bentrokan Adonara Disinyalir dari Jakarta

Kamis, 15 November 2012 09:47

Aktor Intelektual Bentrokan Adonara Disinyalir dari Jakarta
POS KUPANG/VEL
Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricki HP Sitohang

Kepala Kepolisian Daerah NTT, Brigadir Jenderal Polisi, Ricky HP Sitohang, mengatakan hal itu saat ditemui wartawan di Markas Polda NTT, Selasa (13/11/2012) siang.  Ia dikonfirmasi terkait situasi dan langkah Polda NTT untuk mengendalikan perang tanding 'jilid tiga' dua kubu di Adonara.

"Saya perhatikan ada aktor intelektual di belakang aksi perang tanding yang terus berlangsung. Aktor itu berasal dari Jakarta. Kami sudah mendapatkan informasi itu. Ada aktor intelektual yang menginginkan agar tanah itu diambil alih. Padahal, kalau tidak dipatok tidak akan berdampak sama sekali. Hanya batas desa saja kok ribut," ujar Ricky.

Kapolda menjelaskan, keberadaan aktor tersebut terlihat dari persoalan kecil dalam masalah itu, tetapi terus disulut sehingga menjadi besar. Namun ia enggan berkomentar terkait motif di balik perang tanding tersebut.  Ricky mengkhawatirkan motif yang disampaikan dapat membentuk opini menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub)  NTT tahun 2013.

Kapolda merasa peran polisi lebih besar dalam penanganan konflik perang tanding di Adonara. Sementara pemerintah daerah kurang pro aktif untuk penanganan akar permasalahannya.

Mengenai efektifitas tim yang dibentuk pemerintah, Kapolda Ricky menyatakan, tim kurang bekerja maksimal. Ia mendapat informasi masih ada perbedaan pendapat untuk penyelesaian konflik antara tim yang dibentuk pemerintah sendiri.

Kapolda mengatakan, ia turun ke lokasi beberapa waktu lalu untuk memotivasi anggota dan cepat mengambil tindakan penanganan konflik agar tidak memakan  korban jiwa manusia. Pasalnya, jajaran Polda NTT sudah berusaha maksimal untuk meredam konflik perang tanding antara dua belah pihak.

Usaha itu, demikian Ricky, ditunjukkan salah satunya sudah empat kali ia turun langsung memimpin pengamanan. "Bahkan kami sudah  maksimal. Besok (hari ini) saya turun lagi ke lokasi lantaran perintah Kapolri harus  mengeliminer agar tidak terjadi seperti daerah lain," ujarnya.

Halaman12
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas