Senin, 24 November 2014
Pos Kupang

Ketua DPRD Mabar Terima Uang Rp 80 Juta

Selasa, 30 Oktober 2012 20:55 WITA

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Mateus Hamsi diduga telah menerima dana sebesar Rp 80 juta dari dana proyek pelatihan Hansip untuk pilkada Kabupaten Manggarai Barat tahun 2010. Selain itu juga terdapat dana Rp 45 juta dari dana proyek itu masuk ke kantong Fraksi Partai Golkar Manggarai Barat.

Dugaan Keterlibatan Mateus Hamsi, terungkap dalam persidangan lanjutan kasus korupsi dengan pemeriksaan saksi Yohanes Hane, dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Khairulludin, S,H, MH, di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (30/10/2012).

Dalam keterangan saksi untuk terdakwa Andreas Agas, mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Manggarai Barat, bahwa sebagian dana proyek telah disetorkan kepada Ketua DPRD Manggarai Barat sebesar Rp 80 juta melalui dua tahap. Tahap pertama menyerahkan Rp 50 juta dan kedua Rp 30 juta.

"Semua dana itu saya sendiri yang menyerahkan kepada Pak Mateus Hamis di ruangan kerjanya di DPRD Manggarai Barat. Ada bukti kwitansi penerimaan dana," kata Yohanes Hane.

Selain itu kata dia, juga terdapat dana Rp 45 juta disetorkan kerekening Fraksi Partai Golkar Manggarai Barat, untuk membayar utang Fraksi yang telah menjadi temuan BPK.
Inisiatif pemberian dana kepada Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Mateus Hamsi, menurut Yohanes Hane, yang turut menjadi terdakwa dalam kasus ini, merupakan atas inisiatif Kepala Kesbangpol, Andreas Agas.

"Pemberian dana itu atas perintas Kepala Kesbangpol," ujarnya.
Namun keterangan dari saksi langsung dibantah oleh terdakwa Andreas Agas yang ketika itu didampingi kuasa hukumnya, Lorens Mega Man, S,H.

"Tidak benar pemberian dana kepada Mateus Hamsi atas inisiatif saya. Pemberian uang Rp 80 juta saya tidak tahu. Itu inisiatif bendahara," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Andreas Agas juga menyangkal kalau tandatangan penyetoran uang bukan merupakan tandatangannya. "Itu bukan tandatangan saya. Itu sudah dipalsukan," ujarnya.

Sedangkan untuk penyetorna uang Rp 45 juta kepada Fraksi Partai Golkar DPRD Manggarai Barat, kata Andreas Agas  merupakan atas sepengetahuanya .

Lorens Mega Man, S,H sebagai kuasa hukum terdakwa, Andreas Agas kepada Pos Kupang usai persidangan itu, meminta agar dilakukan ujia forensik terhadap kwitansi penerimaan dana oleh Mateus Hamsi, karena yang bersangkutan pernah mengatakan tandatanganya telah dipalsukan.

"Kita buktikan saja melalui pemeriksaan labfor. Keterangan saksi jelas dan alat bukti penerimaan uang ada. Jadi apa lagi yang mau dibantah. Kita minta Mateus Hamsi juga harus diproses secara hukum," tegas Lorens Mega Man. (ben)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas