PosKupang/

Presiden SBY Kagumi Sawah Lembor

Kehadiran Presiden SBY bukan hanya memberi pesan kepada gereja dan Keuskupan Ruteng yang memiliki jumlah

Presiden SBY Kagumi  Sawah Lembor
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
DI RUTENG-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ny.Ani Bambang Yudhoyono, berjalan di ruas Jalan Ahmad Yani, Kota Ruteng, Kamis (18/10/2012) sore menuju pintu gerbang rumah jabatan, diapit Bupati Manggarai, Drs.Christian Rotok (kiri) dan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Kehadiran Presiden  SBY  bukan hanya memberi pesan kepada   gereja dan Keuskupan Ruteng yang   memiliki jumlah umat terbanyak dari semua keuskupan di Indonesia.  Lebih dari itu, kunjungan SBY   memberi pesan kepada gereja di seluruh Indonesia.

Pemimpin Redaksi/Penagung Jawab Harian  Kompas, Rikard Bagun,  yang menyertai kedatangan Presiden SBY ke  Ruteng menghadiri perayaan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik  Manggarai, Kamis (18/10/2012), menuturkan, selama perjalanan darat 135 Km dari Labuan Bajo menuju Ruteng, SBY memberi penekan kepada dua hal penting untuk diperhatikan, yaitu Bandara Komodo dan sawah Lembor. Di Lembor, ketika turun hujan, SBY masih sempat turun  sebentar untuk menyaksikannya.

SBY menyebut irigasi Lembor cukup bagus dan harus diperbaiki. "Ini (sawah dan irigasi) Lembor bagus sekali. Kenapa tidak diperbaiki," kata Rikard, mengutip  Presiden SBY.
Hal yang sama  disampaikan  SBY tentang kondisi Bandara Komodo - Labuan Bajo. Menurut  SBY, bandara di ujung barat  Pulau Flores ini harus diperluas supaya didarati pesawat lebih besar.

Rikard melukiskan, perjalanan jauh dari Labuan Bajo-Ruteng dinikmati SBY. "SBY cukup enjoy selama perjalanan. Antusias tinggi  masyarakat menerima kedatanganya. Beliau (SBY) sangat respons dengan penerimaan itu. Dia menyatakan jalan Labuan Bajo - Ruteng sudah bagus, meski memang masih  butuh perbaikan,"  katanya lagi.

Perjalanan SBY,kata Rikard, sebagai  nostalgia. Di sana dia menyanyikan lagi Bo le le bo dengan santai. Kata SBY, kemajuan Flores dan Manggarai sama dengan kemajuan Indonesia. Karena itu,  pemerintah punya komitmen menambah dana untuk NTT dan empat propinsi lain di Indonesia.  Saat ini, kata SBY, ada dana sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Rp 21  triliun.  "Masalahnya tergantung respons pemerintah  daerah untuk mendapatkan dana tersebut," kata Rikard lagi.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, meyakini bahwa kedatangan Presiden  SBY ke Ruteng, akan memberi  dampak  perhatian presiden kepada  Propinsi NTT secara keseluruhan.

"Kedatangan ke Manggarai merayakan Yubileum, sebagai  apresiasinya memberikan pengakuan  kepada  Gereja Katolik dan gereja lokal di seluruh NTT, terutama di Manggarai yang selama ini telah turut membangun iman, sosial kemasyarakatan,pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Gereja juga menghasilkan para imam yang bertugas sebagai misionaris di luar negeri," kata Frans, kepada Pos Kupang usai penerimaa adat kepada Presiden SBY di  rumah jabatan Bupati Manggarai, Kamis (18/10/2012) sore.

Frans mengatakan,  banyak  hal dibicarakan dengan SBY selama perjalanan setelah ia menjemput SBY di Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).  Perjalanan  Labuan Bajo menuju Ruteng, berlangsung lamban selama lima jam, karena presiden melambaikan dan menyapa masyarakat Manggarai  yang berjubel di jalan  raya.
Bupati Manggarai,  Drs. Christian Rotok, mengharapkan  kunjungan Presiden SBY bisa  berpengaruh  terhadap pengurangan angka kemiskinan di NTT.

"Harapan kita, masyarakat cepat keluar dari kondisi kemiskinan. Perhatian pemerintah pusat sangat menentukannya," kata Chris. Pembangunan infrastruktur  di Manggarai dan NTT secara keseluruhan agar memberi dampak sangat besar bagi kemajuan masyarakat. (ius/ser)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help