Senin, 3 Agustus 2015

Doa untuk Pahlawan

Minggu, 30 September 2012 21:48

RENCANANYA, besok malam akan diadakan doa bersama mengenang para pahlawan yang tewas pada 30 September 1965. Sebagaimana dicatat sejarah enam jenderal  dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta. Perlu disebutkan lagi nama-nama mereka, Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo. Selain enam jenderal ini juga akan didoakan segenap pahlawan yang telah gugur membela negara.

                            ***
"Siapa lagi yang tewas pada waktu itu?"

"Sebenarnya, Jenderal TNI A.H. Nasution, tetapi beliau selamat. Yang tewas adalah    putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean juga tewas. Ada juga AIP Karel Satsuit Tubun, Brigjen Katamso Darmokusumo, dan Kolonel Sugiono. Sebagaimana yang kita rencanakan sejak lama, besok malam kita adakan doa bersama dengan membakar seribu batang lilin di Taman Makam Pahlawan," kata Nona Mia.

"Kamu tahu dari mana nama-nama jenderal, Ade Irma dan lain-lain itu. Apakah kamu ada pada saat kejadian? Kok kamu tahu semua?" Tanya Jaki.
                             ***
"Sejarah. Bukankah dari SD sudah diajarkan di sekolah? Bukankah di SMP juga sejarah negeri ini juga dipelajari? SMA juga, dan sudah jadi kewajiban kita untuk belajar sejarah dan tidak pernah melupakan sejarah."

"Aku sudah lupa semua yang kupelajari dulu. Lagi pula untuk apa repot-repot belajar sejarah? Apalagi pakai acara doa bersama untuk mengenang para pahlawan, yang tidak kita kenal sama sekali," sambung Jaki lagi.

"Kali ini engkau keliru, teman! Kita perlu pelajari masa lalu negeri kita ini.Kita harus tahu sejarah tanah air kita. Bukankah bangsa yang besar harus tahu sejarah dan pahlawannya?" Kata Rara.

"Tetapi saya malas ikut doa bersama. Besok saya ada pesta di kampung untuk urusan konsolidasi. Mau ingat minum moke, ja'i, poco-poco, goyang ke kiri kiri kiri ke kanan kanan kanan atau mau doa bersama?" Jawab Jaki sambil bergoyang ke kiri ke kanan.
"Maaf saya tidak ada waktu."
                                  ***

Halaman1234
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas