Pemuda Tewas Bersimba Darah di Pesta Nikah
Jelnus Lulu alias Dewa (23), tiba-tiba saja bersimba darah saat sedang menghadiri pesta nikah dari salah satu keluarga
Setelah dicek, ternyata terdapat satu luka tusukan dengan lebar sekitar 5 sampai 7 Centi Meter. Pemuda ini akhirnya tewas akibat luka tusuk tersebut.
Salah satu angggota keluarga bernama Ari, sempat menghantar korban menggunakan sepeda motor ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB), namun nyawanya tidak bisa tertolong.
Peristiwa itu dibenarkan oleh Kapolsek Oebobo, AKP Iwan Iswahyudi, saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya pada Hari Jumat (7/9/2012) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.
"Kronologis singkatnya, yakni pada sekitar pukul 03.00 Wita Jumat dini hari, korban bersama saksi-saksi sedang duduk sambil minum pada acara pesta pernikahan di rumah Bapak Yopipa, tepatnya di Jalan Frans Seda nomor 6 RT 31 RW 10 Fatululi. Di tengah keasyikan suasana pesta, tiba-tiba dari tubuh korban mengeluarkan darah tepat dari perutnya. Salah satu saksi bernama Ari yang juga sebagai kakak ipar korban, menolong korban dengan menghantarnya ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan sepeda motor. Tetapi sesampai di Rumah Sakit, korban ternyata tidak bisa tertolong lagi dan meninggal dunia," kata Iwan.
Menurut dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada orang lain yang menikam korban ataukah korban bunuh diri. Pihak kepolisian kata Iwan, masih mendalami peristiwa tersebut.
"Berkaitan dengan dugaan penyebabnya, masih didalami dan sudah enam orang saksi yang sudah diambil keterangannya. Kalau dilihat dari lukanya karena benda tajam, tetapi belum bisa dipastikan apakah ada orang lain yang menikam korban ataukah korban bunuh diri. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan," kata Iwan.
Dia menambahkan, dari keterangan saksi-saksi, tidak terdengar adanya teriakan dari korban saat peristiwa tersebut berlangsung. Apa lagi saat itu suara musik juga cukup besar. Selain itu, tidak ada keributan atau kekacauan pada malam itu. Awalnya acara tersebut berlangsung relatif aman. Warga yang mengikuti acara malam itu kata Iwan, umumnya adalah keluarga.