Selasa, 9 Juni 2026

10 Warga Iran Ditangkap di Hotel

Sepuluh orang berkebangsaan Iran ditangkap aparat Polres Sikka dan Imigrasi di Hotel Permata Sari-Maumere, Sabtu (25/8/2012) malam

Tayang:
Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Sepuluh orang berkebangsaan Iran ditangkap  aparat Polres Sikka dan Imigrasi di Hotel Permata Sari-Maumere, Sabtu (25/8/2012) malam. Para imigran gelap itu hendak mencari suaka di Australia.

Kepala Kantor Imigrasi Maumere, Maxmilian Makakombo, S.H, di ruang kerjanya, Senin (27/8/2012) mengatakan, setelah ditangkap, sepuluh imigran gelap itu  dibawa ke Polres Sikka.

Penangkapan 10 imigran itu, kata Maxmilian, setelah pihaknya mendapat informasi dari  anggota Polres Sikka, Sabtu (25/8/2012). Dari sepuluh imigran tersebut, delapan orang laki-laki dan dua orang perempuan. Mereka semua berusia dewasa.

Maxmilian menjelaskan, sepuluh imigran  tersebut menginap di Hotel Permata Sari. Saat petugas Imigrasi  Maumere ke hotel itu, lanjut Maxmilian,  karyawan hotel membenarkan  ada sepuluh warga negara asing menginap di hotel itu.  Pihak hotel, demikian Maxmilian, mempersilakan petugas bertemu langsung dengan sepuluh imigran itu untuk memeriksa dokumen.

Hasil pemeriksaan, kata Maxmilian, sepuluh imigran itu tidak memiliki dokumen keimigrasian (paspor) dan dokumen lainnya. Karena tidak  ada dokumen, lanjutnya, petugas menggiring mereka ke Kantor Imigrasi Maumere untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut dia, status sepuluh imigran gelap tersebut Deteni (tahanan). Pihak Imigrasi Maumere menahan mereka di ruang Rudenim (rumah tahanan bagi imigran gelap) di Kantor Imigrasi. Penahanan selama seminggu, selanjutnya dikirim ke Rudenim Kupang atau Bogor  (Jawa Barat), Manado (Sulawesi Utara) dan Makassar (Sulawesi Selatan).  
"Kami sedang mengambil BAP mereka. Ada tiga orang yang ingin kembali ke negaranya.
Sedangkan tujuan mereka ke Australia untuk minta suaka di sana," jelas Maxmilian.

Sementara itu petugas dari International Organization for Migration (IOM), Nikolaus Salo, kepada wartawan di Kantor Imigrasi Maumere, mengatakan, hasil konfirmasi IOM dengan 10 imigran tersebut, mereka ke Maumere menempuh perjalanan dari Bogor ke Jakarta, kemudian ke Bali dan melalui darat ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dari Labuan Bajo sepuluh imigran gelap itu  menggunakan  travel menuju Maumere. Niko menjelaskan, kasus imigran gelap yang tertangkap di Maumere sudah tiga kasus. Kasus sebelumnya, dua orang dari Sudan dan satu kasus lagi 14 orang dari Pakistan.

"Mereka ini punya jaringan. Tujuan mereka ke Australia. Jalur yang digunakan dari Maumere mereka ke Pulau Konga di Flores Timur. Dari Konga berlayar ke Australia," ungkap Niko.

Menurut dia, tugas IOM mendampingi mereka dalam aspek kemanusiaan (International Organization of Migration), baik  penginapan dan makan-minum maupun kesehatan. "Ada tiga orang yang mau pulang ke negaranya. Jika benar   mereka mau pulang secara  sukarela, maka IOM siap mengurusnya untuk deportasi mereka," papar Niko.

Ia menjelaskan, biasanya kalau ada kasus imigran seperti ini, ada tiga lembaga yang mengurus mereka. Tiga lembaga itu, yakni  Imigrasi memeriksa dokumen, polisi menjalankan tugas pengamanan, dan IOM mengurus hal kemanusiaan.

Salah seorang imigran gelap yang tidak mau namanya dipublikasikan mengungkapkan tujuan mereka ke Australia untuk mendapat suaka di negeri Kanguru itu.  Alasannya, situasi keamanan di negara mereka  bergolak.

Oleh karena itu, mereka mencari negara yang baik untuk dapat kerja dan hidup yang tenang.    Menurutnya, mereka yang mau berangkat ke Australia rata-rata memiliki keahlian dalam dunia kerja, salah satu bidangnya  permesinan. (oma)         


10 IMIGRAN GELAP
-----------------------------------------------------------------------------
Nama                                              ! Jenis Kelamin ! Umur  !
-----------------------------------------------------------------------------
1. Gholam Reza Bahdad Birgani    ! Laki-laki         !  45 Tahun
2. Sahad Bahad Birgani                  ! Laki-laki          !  16 Tahun
3. Mitra Amiri                                ! Peremupuan     ! 43 Tahun
4.  Mohamed Mohammad Pour     !  Laki-laki          !  40 Tahun
5. Seed Mohamad Hossini              !  Laki-laki         !  35  Tahun
6.  Farzad Fard Faragl                     ! Laki-laki          !  29 Tahun
7.  Padam Rosali Gahjomahi          ! Laki-laki          !   32 Tahun
8.  Bahare Frozahfar                        ! Perempuan      !  16 Tahun
9. Hossein Sohrabi                          ! Laki-laki          !  22 Tahun
10. Poduriya Taghipour                  !  Laki-laki         !  28 Tahun
-------------------------------------------------------------------------------
Sumber: Kantor Imigrasi Maumere

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved