Bupati TTU : Kami Menyerah
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, mengatakan, pemerintah kabupaten setempat kewalahan membendung serangan belalang
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, mengatakan, pemerintah kabupaten setempat kewalahan membendung serangan hama belalang kembara pada lahan pertanian kering di wilayah itu.
"Kalau soal hama belalang kembara, kami angkat tangan dan menyerah. Pasalnya, meski sudah disemprot pestisida, belalang bukannya berkurang justru semakin banyak," kata Raymundus, Kamis (23/8/2012) sore.
Penyemprotan pestisida, lanjut Raymundus, hanya efektif untuk belalang kembara yang masih kecil. Sedangkan belalang dewasa yang sudah bersayap tidak bisa dibasmi. "Sebab ketika hendak disemprot, belalang dewasa terbang menjauh dan migrasi ke tempat lain. Petugas sampai kewalahan karena jumlah koloni belalang kembara bukan berkurang, justru bertambah banyak," jelas Raymundus.
Solusi jangka pendeknya, demikian Raymundus, pihaknya mengimbau kepada para petani untuk menggunakan kearifan lokal seperti ritus adat mengusir belalang. "Saya minta para petani menggelar ritus adat dibantu tokoh adat untuk mengusir hama belalang kembara. Sebab di beberapa desa, cara ini efektif," katanya.
Raymundus mengatakan, sudah melaporkan kasus hama belalang kembara ini kepada Dinas Pertanian NTT dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Food Agriculture Organization (FAO/Organisasi Pangan dan Pertanian) di Jakarta.
"Saya dengar informasi, katanya ada obat pembasmi hama belalang kembara formula baru yang sedang diujicobakan oleh FAO di Timor Leste. Hasilnya positif dan ampuh mengendalikan hama belalang. Nama obat itu biopestisida, yang terbuat dari bahan-bahan alami sehingga tidak berdampak pada kerusakan lingkungan. Semoga FAO membantu kami," kata Raymundus.
Tentang luas lahan tanaman pertanian yang terserang hama belalang, Raymundus mengatakan, serangan hama mencapai ribuan hektar lahan mencakup Kecamatan Biboki Selatan, Insana, Insana Tengah, Insana Barat, Kota Kefamenanu, Miomaffo Tengah, Bikomi Tengah dan Noemuti Timur.
"Serangan hama belalang itu terjadi usai para petani panen jagung dan padi. Lumbung pangan dalam kondisi aman. Kerusakan hanya terjadi pada sayur-sayuran dan tanaman perkebunan seperti kelapa, pisang, tebu dan sebagainya," katanya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan hektar tanaman jagung komposit di 12 desa di Kecamatan Insana Barat, diserbu koloni belalang kembara kembara (Locusta Migratoria L). Camat Insana Barat, Drs. Alfons Tuames, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Rabu (22/8/2012).
"Puluhan hektar tanaman jagung komposit dan aneka sayuran di ladang ludes disikat belalang kembara. Serangan hama belalang ini sudah merambah 12 desa/kelurahan di Insana Barat," kata Tuames. Adapun 12 desa/kelurahan itu, papar Tuames, yaitu Kelurahan Atmen, Desa Usapinonot, Desa Atmen, Desa Lapeom, Desa Subun, Desa Letneo, Desa Bannae, Desa Oabikase, Desa Nifunenas, Desa Letneo Selatan, Desa Bestobe dan Desa Subun Tualele. (ade)