Pos Kupang
Gubernur NTT Jangan Hanya Menuding
Pos Kupang - Rabu, 22 Agustus 2012 | 20:27 WITA
Share |
Labuan-Bajo.jpg
Net
Labuan Bajo
POS KUPANG.COM, LABUHANBAJO -- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya jangan  hanya menuding Labuanbajo di Kabupaten Manggarai Barat, sebagai kota paling jorok di provinsi.

Justru sangat bijaksana bila tudingan disertai perhatian konkrit secara bersama membenahi Labuanbajo karena kota ini sekaligus merupakan gerbang masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK).  Apalagi dua dari sejumlah pulau di TNK, Komodo dan Rinca, merupakan habitat utama binatang purba komodo yang kini menjadi tujuh keajaiban dunia.

Hal itu disampaikan oleh Camat Komodo, Abdullah Nur di Labuanbajo, Rabu (22/8/2012) petang menanggapi sambutan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada perayaan HUT ke 67 Kemerdekaan RI di Kupang, pada (17/8/2012) pekan lalu.

Saat itu, Frans Lebu Raya antara lain menyebutkan di NTT, Kota Kupang dan Bajawa sebagai kota terbersih, sebaliknya Labuanbajo sebagai kota paling jorok.

Abdullah Nur mengaku mendengar pernyataan itu. "Saya akui Labuanbajo belum sebersih seperti diharapkan banyak orang. Namun saya keberatan kalau Labuanbajo dikategorikan sebagai paling jorok. Labuanbajo sudah banyak berubah, sampah tidak lagi berserakan seperti dua tiga tahun lalu," tegasnnya.

Kecamatan Komodo meliputi Labuanbajo dan sekitarnya di daratan Flores, juga kawasan TNK. Menurut Abdullah, sejak setahun lalu ratusan tong sampah telah disebarkan di sudut sudut Labuanbajo hingga masyarakat mulai terbiasa membuaang sampah pada tempatnya. Justru yang belum bisa diatasi adalah debu kota masih sering beterbangan terutama saat kemarau.

"Kalau kesan jorok itu karena polusi debu, jangan lupa, sumbernya dari infrastruktur jalan yang belum beraspal mulus. Juga dari penggalian tepi jalan untuk pemasangan jaringan pipa PDAM," jelasnya.

Ia mengharapkan Gubernur NTT juga mempertimbangkan bantuan khusus seperti truk sampah atau fasilitas lainnya mendukung pembenahan Labuanbajo agar menjadi kota bersih. "Labuanbajo sebagai gerbang masuk TNK, pembenhan wajah kotanya seharusnya menjadi tanggung jawab bersama kabupaten dan provinsi. Provinsi jangan hanya menuding," kata Abdullah

Editor : alfred_dama
Sumber : Kompas.com