Gadis Belia ini Hilang Sejak Minggu 19 Agustus
Paulina Desiana Kasan atau yang akrab disapa Desi (15), dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Hari Minggu (19/8/2012).
Pihak keluarga yang beralamat di RT 36 RW 9 Kelurahan Oebufu Kota Kupang, sudah mencari tahu ke tetangga, sanak saudara dan kenalan, namun sampai Selasa (21/8/2012) kemarin belum ditemukan. Karena itu pihak keluarga pun akhirnya melaporkan hal itu ke Polres Kupang Kota, pada Selasa kemarin.
"Pada Hari Minggu itu dia (Desi, red) pulang dari gereja sekitar jam 08.00 Wita, lalu kami sekeluarga sarapan pagi bersama. Setelah itu ibu di rumah bersama salah satu anak yang tinggal di rumah pergi ke pasar. Saya sendiri berada di ruang bagian depan.
Kami tidak tahu saat Desi pergi dari rumah. Tetapi setelah sore harinya dia tidak ada di rumah, kami cek di tetangga. Dari tetangga baru kami tahu, bahwa ternyata dia sempat mengajak anak tetangga yang bernama Nensi untuk sama-sama ke tempat pameran, sekitar pukul 11.30 Wita hari itu," kata Petrus Pikut, yang mengaku memelihara Desi sejak berada di bangku kelas 1 SMP.
Dia ditemui di Polres Kupang Kota kemarin, saat hendak melaporkan hal itu.
Petrus menuturkan, Nensi akhirnya tidak mengikuti ajakan Desi karena orang tuanya larang. Setelah itu Desi pun pergi dan tidak diketahui ke arah mana.
Pihak keluarga baru menyadari bahwa Desi hilang dari rumah, pada Minggu sore setelah mereka tidak lagi melihat Desi, sehingga langsung mencari tahu. Petrus sempat ke tempat Pameran Fatululi pada Minggu sore itu untuk mengecek Desi, tetapi tidak ditemukan.
Desi merupakan siswi kelas dua SMPN 3 Kota Kupang. Saat pergi dari rumah dia mengenakan baju hitam yang di bagian bahunya terdapat garis-garis berwarna kuning. Dia juga membawa tas sekolah berwarna hitam yang ujungnya berwarna ping.
Tinggi tubuh Desi sekitar 125 cm, berkulit putih, rambut keriting serta terdapat tai lalat hitam besar di bagian belakang lutut kirinya.
"Sejak kecil sampai kelas 3 SD dia tinggal dengan orang tua angkatnya yang juga kakak saya di Papua. Lalu kelas 4 sampai tamat SD dia sekolah di Maumere dan tinggal dengan kakak saya yang satu lagi. Karena kakak saya itu kebetulan tidak ada anak perempuan. Sedangkan tinggal bersama saya sejak kelas satu SMP," kata Petrus.
Setelah Desi pergi dari rumah kata Petrus, salah satu anak lainnya yang juga tinggal dirumahnya dan satu kamar dengan Desi, kehilangan uang Rp 150 ribu. Petrus bersama keluarga kwatir, Desi sudah kembali ke Maumere. Karena pada Hari Minggu itu ada kapal fery dari Kupang yang berangkat ke Larantuka. Tetapi dirinya sudah menelpon ke Maumere, dan keluarga di sana mengatakan bahwa Desi tidak ada di sana. (ser)