Kapal Basarnas Terbakar Sampai Habis di Tenau
Pos Kupang - Senin, 20 Agustus 2012 | 21:11 WITA

POS KUPANG/HERMINA PELLO
PADAMKAN--Salah satu kapal milik KPLP berusaha untuk memadamkan api dengan semprotkan air tetapi badan kapal sudah tidak bisa diselamatkan lagi
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kapal basarnas RB 2100 milik kantor SAR Kupang terbakar habis dan akhirnya tenggelam di sekitar Pelabuhan Tenau Kupang, Minggu (19/8/2012) pagi.
Kapal sepanjang 35 meter dan lebar tujuh meter dengan gross tonase 90 ini terbuat dari bahan fiber.
Kapal ini sandar di pelabuhan navigasi namun pada Minggu (19/8/2012) pagi sekitar pukul 05.00 Wita, di kapal tersebut mengalami korslet dan mulai terbakar.
Demikian Kepala Seksi (kasie) Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Adpel Kupang, Welhelmus Dami yang ditemui di pelabuhan Tenau Kupang sekitar pukul 06.30 Wita mengungkapkan awalnya kapal tersebut sandar di pelabuhan navigasi dan ada lima kru yang bertugas pada saat kejadian yakni yakni Kepala Kamar Mesin (KKM), Suprianto Ridwan, Robi R Hegi (Mualim 1), Masinis II, Jhoni Balu, Hasan (Juru Mudi Jaga ) dan Arman (oiler)
Menurutnya, dari lima orang kru, ada dua orang yang berjaga dan tiga lainnya sementara sholat.
Sementara Kepala KP3L, Iptu Benediktus Min menambahkan, belum mengetahui secara pasti kejadian tersebut namun kejadiannya sekitar setengah lima pagi dan pada saat kejadian ada
dari kapal pemandu yang berusaha untuk meliuk- liuk di air laut agar ada pusaran sehingga tidak merapat ke kapal lainnya.
"kita mau berikan bantuan pun sulit karena tidak ada sarana dan prasarasana," ujarya
Mengenai bantuan untuk memadamkan api dari kapal tersebut, Welhelmus Dami mengakui kalau mereka juga mengalami kekurangan fasilitas terutama kapal yang bisa padamkan api di tengah luat
"Kita ada satu kapal tetapi baru selesai dari Pulau Ndana karena ada tugas di sana untuk kegiatan upacara. Tetapi dilihat dari kondisi kapal yang terbakar, agak sulit untuk diselamatkan karena badan kapal terbakar semuanya," jelasnya.
Seperti disaksikan Pos Kupang sekitar pukul 07.40 wita ada kapal yang membantu pemadaman api yakni kapal patroli KPLP KNP 340 milik kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabihan Tenau .
Sebelumnya, kata Welhelmus, ada dua unit kapal pandu Anoman milik Pelindo III Kupang dan kapal patroli pol air yang membantu membuat pusaran air di sekeliling kapal tersebut agar kapal basarnas tidak menuju ke kapal lainnya yang sementara berlabuh.
Kapal ini tenggelam pukul 08.35 dengan psosisi koordinat lintang 10 derajat-12.640 " dan bujur 123 derajat-30,793".
Kapal sepanjang 35 meter dan lebar tujuh meter dengan gross tonase 90 ini terbuat dari bahan fiber.
Kapal ini sandar di pelabuhan navigasi namun pada Minggu (19/8/2012) pagi sekitar pukul 05.00 Wita, di kapal tersebut mengalami korslet dan mulai terbakar.
Demikian Kepala Seksi (kasie) Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Adpel Kupang, Welhelmus Dami yang ditemui di pelabuhan Tenau Kupang sekitar pukul 06.30 Wita mengungkapkan awalnya kapal tersebut sandar di pelabuhan navigasi dan ada lima kru yang bertugas pada saat kejadian yakni yakni Kepala Kamar Mesin (KKM), Suprianto Ridwan, Robi R Hegi (Mualim 1), Masinis II, Jhoni Balu, Hasan (Juru Mudi Jaga ) dan Arman (oiler)
Menurutnya, dari lima orang kru, ada dua orang yang berjaga dan tiga lainnya sementara sholat.
Sementara Kepala KP3L, Iptu Benediktus Min menambahkan, belum mengetahui secara pasti kejadian tersebut namun kejadiannya sekitar setengah lima pagi dan pada saat kejadian ada
dari kapal pemandu yang berusaha untuk meliuk- liuk di air laut agar ada pusaran sehingga tidak merapat ke kapal lainnya.
"kita mau berikan bantuan pun sulit karena tidak ada sarana dan prasarasana," ujarya
Mengenai bantuan untuk memadamkan api dari kapal tersebut, Welhelmus Dami mengakui kalau mereka juga mengalami kekurangan fasilitas terutama kapal yang bisa padamkan api di tengah luat
"Kita ada satu kapal tetapi baru selesai dari Pulau Ndana karena ada tugas di sana untuk kegiatan upacara. Tetapi dilihat dari kondisi kapal yang terbakar, agak sulit untuk diselamatkan karena badan kapal terbakar semuanya," jelasnya.
Seperti disaksikan Pos Kupang sekitar pukul 07.40 wita ada kapal yang membantu pemadaman api yakni kapal patroli KPLP KNP 340 milik kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabihan Tenau .
Sebelumnya, kata Welhelmus, ada dua unit kapal pandu Anoman milik Pelindo III Kupang dan kapal patroli pol air yang membantu membuat pusaran air di sekeliling kapal tersebut agar kapal basarnas tidak menuju ke kapal lainnya yang sementara berlabuh.
Kapal ini tenggelam pukul 08.35 dengan psosisi koordinat lintang 10 derajat-12.640 " dan bujur 123 derajat-30,793".
Penulis : hermina_pello
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang