Merah Putih Raksasa Hebohkan Kefamenanu
Pos Kupang - Sabtu, 18 Agustus 2012 | 15:54 WITA

POS KUPANG/EDY BAU
SERAHKAN HADIAH -- Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, menyerahkan secara simbolis hadiah sepeda motor kepada sekolah berprestasi pada HUT ke-67 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8/2012).
Berita Terkait
- Heboh! Beredar Video Mesum di Kefamenanu
- Angkutan Pedesaan Terbakar, Jalan Trans Timor Macet
- Oknum Pansek PN Kefamenanu Divonis 1 Tahun Penjara
- Air Limbah Hotel Resahkan Pengguna Jalan di Kefamenanu
- Kos-kosan di Kefamenanu Diduga Jadi Tempat Esek-esek
- Pansek PN Kefamenanu Pinjamkan Uang Barang Bukti
- Tumpukan Sampah di Kefamenanu Resahkan Warga
- Diskriminasi Terhadap Orang Cacat Masih Terus Terjadi
- Mikrolet Pengangkut BBM Hangus Terbakar
- Pekan Depan Korupsi Beras Bulog Kefamenanu Disidangkan
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU -- Jelang perayaan HUT ke-67 Kemerdekaan RI, tim ekspedisi dari Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1618 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dipimpin Kasdim Mayor Infanteri I Nengah Gede Ardika, Kamis (16/8/2012), mengibarkan bendera merah putih berukuran 10 x 5 meter di Bukit Maol yang berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Pengibaran bendera raksasa itu membuat heboh warga di sekitar Kefamenanu, karena baru pertama kali bendera ukuran besar dikibarkan di atas puncak bukit yang berada sekitar 4 kilometer dari ibu kota kabupaten yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.
Yohanes Bansae warga Benpasi, Kota kefamenanu, mengaku senang dengan pengibaran bendera raksasa di atas bukit Maol. Menurutnya hal itu sangat penting untuk meningkatkan kecintaan warga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia menilai, bendera merah putih raksasa itu menjadikan perayaan HUT RI tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Perayaan HUT RI tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pengibaran bendera dengan ukuran besar di atas puncak bukit yang tertinggi di Kefamenanu. Tadi saya bersama warga lainnya sempat kaget lihat bendera itu, dan menurut saya agak menarik dan unik sehingga membuat semua warga di sini juga senang," kata Bansae, Kamis (16/8/2012).
Hal yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya John Siki dan Yulius Sallu serta Sefnat Bessie. Mereka sangat mengapresiasi apa yag telah dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Makodim 1618. Menurut mereka, Kodim 1618 telah melakukan sebuah gebrakan yang bagus guna memberi semangat kepada masyarakat dalam merayakan HUT Ke-67 Kemerdekaan RI kali ini.
Penggagas pengibaran bendera merah putih raksasa, Komandan Kodim 1618/TTU Letkol Arm Eusebio Hornai Rebelo mengatakan pengibaran bendera merah putih ini dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten TTU khususnya di wilayah perbatasan agar semakin kokoh dalam mempertahankan NKRI.
"Kita lakukan pengibaran bendera di puncak bukit Maol yakni untuk mengingatkan kepada masyarakat di Kabupaten TTU bahwa di usia 67 tahun kemerdekaan RI ini, maka nasionalisme kita harus semakin kokoh dalam mempertahankan NKRI di wilayah perbatasan RI-Timor Leste," kata Rebelo.
Menurut Rebelo, pengibaran bendera tersebut dilakukan dengan menggunakan dua batang bambu yang disambung sehingga panjangnya mencapai 40 meter. Tiang bendera kemudian diikatkan di salah satu pohon di puncak bukit Maol sehingga dapat dilihat dengan jelas dari semua sudut di dalam Kota Kefamenanu.
Rasakan Pembangunan
Warga Waerana, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sudah merasakan makna pembangunan yang berjalan saat ini. Sebab sarana dan prasarana fasilitas umum yang diharapkan telah terjawab.
Ketua RT Waerana 01, Andreas Tani, menyampaikan hal itu di sela-sela perayaan HUT ke-67 Kemerdekaan RI, Tingkat Kecamatan Kota Komba, di Waerana, Jumat (17/8/2012). Menurut dia, HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2012 tingkat kecamatan Kota Komba yang berlangsung di Waerana itu, melibatkan Kelurahan Watunggene, Ronggakoe dan Tanah Rata. Melibatkan juga desa tetangga, yakni Bhamo dan Komba.
Perayaan yang berlangsung itu memberi makna istimewa bagi masyarakat. Sebab masyarakat dapat mendengar laporan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan selama ini. (kompas.com/roy/lyn)
Pengibaran bendera raksasa itu membuat heboh warga di sekitar Kefamenanu, karena baru pertama kali bendera ukuran besar dikibarkan di atas puncak bukit yang berada sekitar 4 kilometer dari ibu kota kabupaten yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.
Yohanes Bansae warga Benpasi, Kota kefamenanu, mengaku senang dengan pengibaran bendera raksasa di atas bukit Maol. Menurutnya hal itu sangat penting untuk meningkatkan kecintaan warga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia menilai, bendera merah putih raksasa itu menjadikan perayaan HUT RI tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Perayaan HUT RI tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pengibaran bendera dengan ukuran besar di atas puncak bukit yang tertinggi di Kefamenanu. Tadi saya bersama warga lainnya sempat kaget lihat bendera itu, dan menurut saya agak menarik dan unik sehingga membuat semua warga di sini juga senang," kata Bansae, Kamis (16/8/2012).
Hal yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya John Siki dan Yulius Sallu serta Sefnat Bessie. Mereka sangat mengapresiasi apa yag telah dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Makodim 1618. Menurut mereka, Kodim 1618 telah melakukan sebuah gebrakan yang bagus guna memberi semangat kepada masyarakat dalam merayakan HUT Ke-67 Kemerdekaan RI kali ini.
Penggagas pengibaran bendera merah putih raksasa, Komandan Kodim 1618/TTU Letkol Arm Eusebio Hornai Rebelo mengatakan pengibaran bendera merah putih ini dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten TTU khususnya di wilayah perbatasan agar semakin kokoh dalam mempertahankan NKRI.
"Kita lakukan pengibaran bendera di puncak bukit Maol yakni untuk mengingatkan kepada masyarakat di Kabupaten TTU bahwa di usia 67 tahun kemerdekaan RI ini, maka nasionalisme kita harus semakin kokoh dalam mempertahankan NKRI di wilayah perbatasan RI-Timor Leste," kata Rebelo.
Menurut Rebelo, pengibaran bendera tersebut dilakukan dengan menggunakan dua batang bambu yang disambung sehingga panjangnya mencapai 40 meter. Tiang bendera kemudian diikatkan di salah satu pohon di puncak bukit Maol sehingga dapat dilihat dengan jelas dari semua sudut di dalam Kota Kefamenanu.
Rasakan Pembangunan
Warga Waerana, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sudah merasakan makna pembangunan yang berjalan saat ini. Sebab sarana dan prasarana fasilitas umum yang diharapkan telah terjawab.
Ketua RT Waerana 01, Andreas Tani, menyampaikan hal itu di sela-sela perayaan HUT ke-67 Kemerdekaan RI, Tingkat Kecamatan Kota Komba, di Waerana, Jumat (17/8/2012). Menurut dia, HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2012 tingkat kecamatan Kota Komba yang berlangsung di Waerana itu, melibatkan Kelurahan Watunggene, Ronggakoe dan Tanah Rata. Melibatkan juga desa tetangga, yakni Bhamo dan Komba.
Perayaan yang berlangsung itu memberi makna istimewa bagi masyarakat. Sebab masyarakat dapat mendengar laporan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan selama ini. (kompas.com/roy/lyn)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang