Warga Enam Kampung di Manggarai Timur Kesulitan Air
Pos Kupang - Rabu, 15 Agustus 2012 | 09:30 WITA

Net
Ilustrasi
Berita Terkait
- Warga Niki-Niki Kesulitan Air Bersih
- Kasus Proyek Air Minum Jadi Target Polisi
- Proyek Air Minum Rp 1,2 Miliar di Sikka ditinggal…
- Ada Masalah Warga dengan Tuan Tanah di Proyek Air…
- Proyek Air di Sikka Rp 2,7 M Untuk Siapa?
- Ikan Dijual untuk Jadikan Uang Barang Bukti
- Polair NTT Proses Hukum Penangkapan Kapal Ikan Asal…
- Kapal Ikan Ditangkap Aparat, Uang Diambil
- Warga Tiga Kelurahan Teriak Minta Air Bersih
- Proyek Air Bersih di Sumba Timur Mubazir
POS KUPANG.COM, BORONG -- Sebanyak 1.434 warga yang tersebar di enam kampung, yakni Heret, Rondon, Jinggor, Tango Bali, Poka dan Longka Kawe, Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kekurangan air bersih. Sebab, wae libo (air dari lubang yang sengaja digali) yang menjadi andalan warga setempat sudah kering.
Untuk mencukupi kebutuhan air, warga enam desa harus menempuh perjalanan jauh menimba air di kali. Sebab, jika hanya mengandalkan wae libo yang ada dekat pemukiman mereka harus berjaga sejak pukul 19.00 Wita hingga 03.00 Wita.
Piter Lisong, salah seorang pendamping program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di Desa Lencur, menyampaikan hal tersebut kepada Pos Kupang di Borong, Jumat (10/8/2012).
Dikatakannya, warga Desa Lencur umumnya hidup sebagai petani dengan tingkat pendapatan yang masih rendah. Kondisi ini diperparah lagi lantaran fasilitas umum berupa jalan raya, air minum bersih, tidak tersedia. Karena itu untuk mencukupi air minum 225 KK ini hanya mengandalkan wae libo.
Warga, kata Lisong, merasa senang apabila hujan turun sehingga mereka bisa mengkonsumsi air hujan. Namun hampir sebulan terakhir kondisi warga semakin prihatin, lantaran wae libo yang menjadi andalan mereka sudah kering.
"Terkadang beberapa wae libo bisa muncul lagi, tapi hanya pada malam hari. Warga harus mete berjam-jam di sekitar wae libo agar mendapat air minum," katanya.
Lisong mengatakan, jika kondisi ini bertahan sampai beberapa bulan ke depan warga bakal mengalami gangguan kesehatan. Sebab, kekurangan air minum sangat berpengaruh pada kesehatan manusia. Warga mengharapkan pemerintah daerah memberi perhatian kepada mereka terutama membangun fasilitas air minum bersih.
"Krisis air di sana sudah kronis. Ada kampung yang pernah ada air minum bersih peninggalan Pater Wasser, SVD. Tapi belakangan ini tidak
berfungsi lagi. Warga meminta supaya pemerintah memberi perhatian kepada warga daerah terpencil," katanya. (lyn)
Untuk mencukupi kebutuhan air, warga enam desa harus menempuh perjalanan jauh menimba air di kali. Sebab, jika hanya mengandalkan wae libo yang ada dekat pemukiman mereka harus berjaga sejak pukul 19.00 Wita hingga 03.00 Wita.
Piter Lisong, salah seorang pendamping program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di Desa Lencur, menyampaikan hal tersebut kepada Pos Kupang di Borong, Jumat (10/8/2012).
Dikatakannya, warga Desa Lencur umumnya hidup sebagai petani dengan tingkat pendapatan yang masih rendah. Kondisi ini diperparah lagi lantaran fasilitas umum berupa jalan raya, air minum bersih, tidak tersedia. Karena itu untuk mencukupi air minum 225 KK ini hanya mengandalkan wae libo.
Warga, kata Lisong, merasa senang apabila hujan turun sehingga mereka bisa mengkonsumsi air hujan. Namun hampir sebulan terakhir kondisi warga semakin prihatin, lantaran wae libo yang menjadi andalan mereka sudah kering.
"Terkadang beberapa wae libo bisa muncul lagi, tapi hanya pada malam hari. Warga harus mete berjam-jam di sekitar wae libo agar mendapat air minum," katanya.
Lisong mengatakan, jika kondisi ini bertahan sampai beberapa bulan ke depan warga bakal mengalami gangguan kesehatan. Sebab, kekurangan air minum sangat berpengaruh pada kesehatan manusia. Warga mengharapkan pemerintah daerah memberi perhatian kepada mereka terutama membangun fasilitas air minum bersih.
"Krisis air di sana sudah kronis. Ada kampung yang pernah ada air minum bersih peninggalan Pater Wasser, SVD. Tapi belakangan ini tidak
berfungsi lagi. Warga meminta supaya pemerintah memberi perhatian kepada warga daerah terpencil," katanya. (lyn)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang