Pencuri Beraksi, CCTV Tak Berfunsgi
Pos Kupang - Selasa, 14 Agustus 2012 | 23:23 WITA

POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Toko Petra Komputer tampak sudah dipasangi garis polisi. Pada toko inilah sebanyak 42 unit komputer raib, Senin (13/8/2012).
Berita Terkait
- Waspada! Pencuri Sepeda Motor Masih Berkeliaran
- Emas Puluhan Juta Rupiah Milik Neli Raib Digasak Maling
- Kunci Tertinggal, Sepeda Motor pun Raib
- Pelaku Curanmor di Kota Kupang Kemungkinan Muka Lama
- Awas!! Pencuri HP Menyamar Sebagai Pembeli
- Motor Hilang Lagi di Kota Kupang, Kali ini di Rumah…
- Makan Nasi Kusing, Sepeda Motor Digasak Maling
- Kapolres Sikka Heran, Kok Uang di Bank Bisa Cair?
- Perawat Ini Gasak Uang Temannya di Buku Tabungan
- Residivis Pencurian Dibekuk Polisi Sikka
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 42 unit komputer berbagai merek yang dipajang untuk jual di dalam Toko Petra Komputer Jalan WJ. Lalamentik nomor 81 Kota Kupang, raib atau hilang pada Hari Senin (13/8/2012) pagi.
Pemilik tokoh sebenarnya sudah memasang CCTV, namun fasilitas itu tak berfungsi karena pencuri diduga sengaja mematikan listrik pada meteran.
Pemilik toko, Melani Lassa, mengatakan total kerugian yang dialami akibat hilangnya sejumlah komputer tersebut sebanyak Rp 300 juta lebih.
Ia menjelaskan, pihaknya tidak memakai penjaga, namun memasang fasilitas CCTV yang memantau tokoh tersebut.
"Kalau malam hari tidak ada yang jaga, tetapi kami memasang kamera CCTV di toko. Bagian depannya ada satu kamera," jelasnya.
Ia menjelaskan, pada rekaman CCTV, tidak nampak aktivitas para pelaku. Yang terlihat hanya sebua kendaraan kijang Inova yang sedang parkir di depan tokoh saat dini hari.
"Dari kamera CCTV itu sempat terekam, bahwa pada sekitar jam 03.00 Wita pagi tadi (Hari Senin, red), ada satu unit mobil kijang inova berwarna biru yang parkir di depan toko, tetapi tidak ada orang yang ke luar dari dalam mobil itu. Lalu mobil tersebut pergi, kemungkinan orangnya tahu bahwa di depan toko ada kamera CCTV. Pada sekitar pukul 04.00 Wita, mobil itu datang lagi. Tetapi akhirnya tidak bisa terekam lagi oleh CCTV, karena pelaku mematikan meteran listrik terlebih dahulu," kata Melani, saat ditemui di Mapolsek Oebobo kemarin.
Kapolsek Oebobo, AKP Iwan Iswahyudi, yang dikonfirmasi secara terpisah kemarin, mengatakan pihaknya sedang melakukan sidik atas kejadian tersebut.
"Kita belum dapat pelaku dan saat ini kami sedang sidik. Laporannya sudah masuk sekitar jam 10.00 Wita tadi pagi (kemarin, red). Kami juga sudah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi," kata Iwan lewat ponselnya saat dihubungi.
Pantauan Pos Kupang kemarin siang, toko tersebut sudah dipasangi garis polisi. Hanya ada beberapa orang yang terlihat di bagian luar dan bagian dalam toko. Pintu toko tidak dibuka semuanya, hanya sekitar seperempat bagian bawah dari pintu yang dibuka.(ser)
Pemilik tokoh sebenarnya sudah memasang CCTV, namun fasilitas itu tak berfungsi karena pencuri diduga sengaja mematikan listrik pada meteran.
Pemilik toko, Melani Lassa, mengatakan total kerugian yang dialami akibat hilangnya sejumlah komputer tersebut sebanyak Rp 300 juta lebih.
Ia menjelaskan, pihaknya tidak memakai penjaga, namun memasang fasilitas CCTV yang memantau tokoh tersebut.
"Kalau malam hari tidak ada yang jaga, tetapi kami memasang kamera CCTV di toko. Bagian depannya ada satu kamera," jelasnya.
Ia menjelaskan, pada rekaman CCTV, tidak nampak aktivitas para pelaku. Yang terlihat hanya sebua kendaraan kijang Inova yang sedang parkir di depan tokoh saat dini hari.
"Dari kamera CCTV itu sempat terekam, bahwa pada sekitar jam 03.00 Wita pagi tadi (Hari Senin, red), ada satu unit mobil kijang inova berwarna biru yang parkir di depan toko, tetapi tidak ada orang yang ke luar dari dalam mobil itu. Lalu mobil tersebut pergi, kemungkinan orangnya tahu bahwa di depan toko ada kamera CCTV. Pada sekitar pukul 04.00 Wita, mobil itu datang lagi. Tetapi akhirnya tidak bisa terekam lagi oleh CCTV, karena pelaku mematikan meteran listrik terlebih dahulu," kata Melani, saat ditemui di Mapolsek Oebobo kemarin.
Kapolsek Oebobo, AKP Iwan Iswahyudi, yang dikonfirmasi secara terpisah kemarin, mengatakan pihaknya sedang melakukan sidik atas kejadian tersebut.
"Kita belum dapat pelaku dan saat ini kami sedang sidik. Laporannya sudah masuk sekitar jam 10.00 Wita tadi pagi (kemarin, red). Kami juga sudah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi," kata Iwan lewat ponselnya saat dihubungi.
Pantauan Pos Kupang kemarin siang, toko tersebut sudah dipasangi garis polisi. Hanya ada beberapa orang yang terlihat di bagian luar dan bagian dalam toko. Pintu toko tidak dibuka semuanya, hanya sekitar seperempat bagian bawah dari pintu yang dibuka.(ser)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang