Satu Perahu Sail Morotai Tenggelam di Perairan NTT?
Pos Kupang - Kamis, 9 Agustus 2012 | 20:43 WITA

Pos Kupang/Feliks JangguPerahu --- Perahu-perahu peserta Sail Morotai 2012 yang berlabuh di Pelabuhan Lewoleba, Kamis (9/8/2012).
POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Satu dari puluhan perahu layar peserta Sail Morotai 2012 dikabarkan tenggelam. Salah satu ABK selamat sedangkan yang hilang, belum diketahui nasibnya.
Informasi yang diterima Pos Kupang di Kota Lewoleba, Kamis (9/8/2012) bahwa kapal itu tenggelam di Laut Flores namun belum diketahui pasti waktu dan lokasi tenggelam.
Sedangkan informasi dari Pos Kupang Maumere menyebutkan bahwa peserta itu diselamatkan oleh Polair Polda NTT.
Perahu yang tenggelam itu diduga meninggalkan kelompoknya saat berangkat dari ALor. Kelompok mereka yang sudah tiba di Lewoleba tiga hari terakhir sepertinya tidak mengetahui informasi itu. Mereka masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Longginus Lega, SE di konfirmasi Pos Kupang di ruang kerjanya, Kamis (9/8/2012) tidak mengetahui informasi tenggelamnya kapal itu.
"Saya belum mendapat informasi itu. Itu tidak mungkinlah. Kapal-kapal itu sudah sudah canggih dan sudah mampu menghadapi berbagai situasi di laut," kata Longginus.
Longgi hanya memastikan bahwa sampai Kamis (9/8/2012), sudah tiga perahu yang meninggalkan pelabuha Lewoleba.
Dalam jadwal yang diterima Pos Kupang waktu lalu, tempat persinggahan berikutnya adalah Larantuka. Namun informasi yang diperoleh Pos Kupang di Larantuka memastikan bahwa belum satu pun perahu layar peserta Sail Morotai yang tiba di Pelabuhan Larantuka.
Sementara para peserta lain yang berlabuh di Lewoleba terlihat santai. Mereka masih asik dengan kesibukan mereka masing-masing.
Perahu layar lainnya diduga masih dalam perjalanan dari ALor ke Lewoleba.
Kehadiran mereka lebih awal dari jadwal yang dikeluarkan pemerintah. Peserta ini seharusnya baru tiba di Lewoleba, 14 Agustus 2012, tetapi pada Kamis (9/8/2012) sudah banyak perahu di Lewololeba.
Pemerintah daerah mengkuatirkan para turis itu akan meninggalkan Lewoleba sebelum tanggal 14 Agustus.
Untuk itu, pemerintah daerah melalui dinas pariwisata berupaya untuk membuat para turis ini betah di Lembata dengan menawarkan berbagai tempat wisata yang menarik di Lembata seperti Lamalera, Bukit Wolorpas dan Pantai Waijarang.
Sebab pemerintah daerah tidak bias merubah jadwal seremoni penyambutan yang sudah dijadwalkan 14 Agustus 2012. (kk)
Informasi yang diterima Pos Kupang di Kota Lewoleba, Kamis (9/8/2012) bahwa kapal itu tenggelam di Laut Flores namun belum diketahui pasti waktu dan lokasi tenggelam.
Sedangkan informasi dari Pos Kupang Maumere menyebutkan bahwa peserta itu diselamatkan oleh Polair Polda NTT.
Perahu yang tenggelam itu diduga meninggalkan kelompoknya saat berangkat dari ALor. Kelompok mereka yang sudah tiba di Lewoleba tiga hari terakhir sepertinya tidak mengetahui informasi itu. Mereka masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Longginus Lega, SE di konfirmasi Pos Kupang di ruang kerjanya, Kamis (9/8/2012) tidak mengetahui informasi tenggelamnya kapal itu.
"Saya belum mendapat informasi itu. Itu tidak mungkinlah. Kapal-kapal itu sudah sudah canggih dan sudah mampu menghadapi berbagai situasi di laut," kata Longginus.
Longgi hanya memastikan bahwa sampai Kamis (9/8/2012), sudah tiga perahu yang meninggalkan pelabuha Lewoleba.
Dalam jadwal yang diterima Pos Kupang waktu lalu, tempat persinggahan berikutnya adalah Larantuka. Namun informasi yang diperoleh Pos Kupang di Larantuka memastikan bahwa belum satu pun perahu layar peserta Sail Morotai yang tiba di Pelabuhan Larantuka.
Sementara para peserta lain yang berlabuh di Lewoleba terlihat santai. Mereka masih asik dengan kesibukan mereka masing-masing.
Perahu layar lainnya diduga masih dalam perjalanan dari ALor ke Lewoleba.
Kehadiran mereka lebih awal dari jadwal yang dikeluarkan pemerintah. Peserta ini seharusnya baru tiba di Lewoleba, 14 Agustus 2012, tetapi pada Kamis (9/8/2012) sudah banyak perahu di Lewololeba.
Pemerintah daerah mengkuatirkan para turis itu akan meninggalkan Lewoleba sebelum tanggal 14 Agustus.
Untuk itu, pemerintah daerah melalui dinas pariwisata berupaya untuk membuat para turis ini betah di Lembata dengan menawarkan berbagai tempat wisata yang menarik di Lembata seperti Lamalera, Bukit Wolorpas dan Pantai Waijarang.
Sebab pemerintah daerah tidak bias merubah jadwal seremoni penyambutan yang sudah dijadwalkan 14 Agustus 2012. (kk)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang