Korban Pencurian: Saya Diancam dan Nyaris Dibunuh
Pos Kupang - Kamis, 9 Agustus 2012 | 13:42 WITA

Net
Ilustrasi
Berita Terkait
- Polisi Bongkar Pencurian Sepeda Motor yang Melibatkan…
- Mahasiswa Pakai Ilmu Hitam Muluskan Curanmor
- Dua Teller Bank NTT Maumere Ditetapkan Sebagai Tersangka
- Ya Ampun, Siswa SMP Terlibat Curanmor
- Uang Rp 129 Juta Raib Dari Kios Fatima
- Ini Kasus-kasus Pencurian Uang di Sikka
- Uang 13 Juta Hilang dari Jok Motor
- Penadah Barang Curian Ditahan Polisi
- Polisi Kejar Sindakat Pencurian Laptop di Kupang
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Korban pencurian kayu di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Stefanus Parus (55), meminta polisi di Polsek Komodo memberikan tindakan tegas terhadap pelaku. Ini perlu dilakukan untuk menghindari tindakan kejahatan lanjutan. Apalagi dirinya pernah diancam dan nyaris dibunuh.
Stefanus yang ditemui Pos Kupang di kediamannya, Minggu (5/8/2012), menjelaskan, kasus pencurian kayu yang dilakukan Beda Badan dan anaknya Donatus Hargen, 12 April 2012 lalu, sudah dilaporkan ke Pospol Terang dan telah dilanjutkan ke Polsek Komodo. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan proses hukum kasus tersebut. Bahkan kedua pelaku serta papan hasil olahan kayu curiannya juga tidak ditahan polisi.
Tindakan yang sama dilakukan Beda Badan, Donatus Hargen, dan Heri Katang. Mereka kembali menebang kayu jati milik Stefanus di kebunnya tanggal 28 April 2012 lalu. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Komodo. Namun hingga saat ini baru dilakukan pemeriksaan saksi korban, terlapor, dan sejumlah saksi batas.
Ketidaktegasan polisi dalam menangani kasus tersebut memberi ruang kepada para terlapor untuk kembali melakukan aksi mereka di lokasi yang sama. Saat ini para pelaku tidak lagi menebang pohon jati milik Stefanus, tapi membersihkan dan menyerobot tanah Stefanus. Bahkan pohon gamal yang menjadi batas tanah antara Stefanus dan Heri Katang juga sudah dipotong dan nyaris tumbang.
Stefanus meminta penyidik Polsek Komodo bertindak tegas dalam memroses kasus ini sehingga ada kejelasan hukum dan tidak menimbulkan masalah baru. "Waktu pertama mereka chainsaw kayu jati, saya ke sana dan bertanya mengapa kayu saya di-chainsaw. Saya malah diancam dan nyaris dibunuh oleh Donatus Hargen. Untung orang yang pegang chainsaw melerai sehingga saya selamat," kata Stefanus.
Pantauan Pos Kupang, Minggu (5/8/2012), di tanah milik Stefanus yang sudah disertifikasi tahun 2010 terdapat dua pohon jati yang sudah ditebang. Satu pohon sudah habis diolah dan dibawa hasilnya. Sedangkan satunya lagi yang terdiri dari tiga gelondongan masih ada dua potong kayu gelondongan yang belum diolah.
Kapolsek Komodo, Iptu Andrianto, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (6/8/2012), mengaku sedang berada diluar Manggarai Barat sehingga ia tidak tahu persis perkembangan penanganan kasus tersebut. (meo)
Stefanus yang ditemui Pos Kupang di kediamannya, Minggu (5/8/2012), menjelaskan, kasus pencurian kayu yang dilakukan Beda Badan dan anaknya Donatus Hargen, 12 April 2012 lalu, sudah dilaporkan ke Pospol Terang dan telah dilanjutkan ke Polsek Komodo. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan proses hukum kasus tersebut. Bahkan kedua pelaku serta papan hasil olahan kayu curiannya juga tidak ditahan polisi.
Tindakan yang sama dilakukan Beda Badan, Donatus Hargen, dan Heri Katang. Mereka kembali menebang kayu jati milik Stefanus di kebunnya tanggal 28 April 2012 lalu. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Komodo. Namun hingga saat ini baru dilakukan pemeriksaan saksi korban, terlapor, dan sejumlah saksi batas.
Ketidaktegasan polisi dalam menangani kasus tersebut memberi ruang kepada para terlapor untuk kembali melakukan aksi mereka di lokasi yang sama. Saat ini para pelaku tidak lagi menebang pohon jati milik Stefanus, tapi membersihkan dan menyerobot tanah Stefanus. Bahkan pohon gamal yang menjadi batas tanah antara Stefanus dan Heri Katang juga sudah dipotong dan nyaris tumbang.
Stefanus meminta penyidik Polsek Komodo bertindak tegas dalam memroses kasus ini sehingga ada kejelasan hukum dan tidak menimbulkan masalah baru. "Waktu pertama mereka chainsaw kayu jati, saya ke sana dan bertanya mengapa kayu saya di-chainsaw. Saya malah diancam dan nyaris dibunuh oleh Donatus Hargen. Untung orang yang pegang chainsaw melerai sehingga saya selamat," kata Stefanus.
Pantauan Pos Kupang, Minggu (5/8/2012), di tanah milik Stefanus yang sudah disertifikasi tahun 2010 terdapat dua pohon jati yang sudah ditebang. Satu pohon sudah habis diolah dan dibawa hasilnya. Sedangkan satunya lagi yang terdiri dari tiga gelondongan masih ada dua potong kayu gelondongan yang belum diolah.
Kapolsek Komodo, Iptu Andrianto, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (6/8/2012), mengaku sedang berada diluar Manggarai Barat sehingga ia tidak tahu persis perkembangan penanganan kasus tersebut. (meo)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang